REDAKSI.COM – Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah terus mendorong pelaku usaha perikanan di wilayah kabupaten Merauke untuk memperluas akses pemasaran produk olahan ikan yang dihasilkannya agar terserap secara luas di pasaran global.
Hal itu dilakukan, mengingat Kabupaten Merauke memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah di sektor perikanan. Potensi tersebut perlu didukung dengan kemampuan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing di pasaran.

“Pemerintah Kabupaten Merauke mendorong para pelaku usaha perikanan guna mengembangkan inovasi pengolahan hasil ikan, meningkatkan kemampuan kewirausahaan serta berupaya memperluas akses permodalan dan pemasaran produk,” kata Fauzun Nihayah pada Bimtek Kewirausahaan dan Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha di Perikanan di Rumah Aspirasi H. Sulaeman Hamzah Merauke, Senin (02/11/2026).
Menurutnya, salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana pelaku usaha tidak hanya mampu memproduksi hasil olahan ikan, tetapi juga memahami strategi pemasaran sehingga produk yang dihasilkan dapat terserap pasar.
“Jangan sampai kita hanya bisa memproduksi, tetapi tidak tahu bagaimana memasarkannya. Karena itu, melalui kegiatan ini, para pelaku usaha diharapkan bisa mendapatkan pengetahuan tentang kewirausahaan, akses permodalan, dan bagaimana memperluas pasar,” tukasnya.
Ia menyebutkan, para ibu rumah tangga di Merauke misalnya telah mengembangkan usaha pengolahan ikan seperti membuat bakso ikan dan kerupuk ikan. Usaha-usaha tersebut perlu terus didorong agar berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain keterampilan produksi, akses permodalan melalui lembaga perbankan juga penting dipahami para pelaku usaha. Dengan pengetahuan tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan peluang pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
Ia mendorong kemitraan antara kelompok usaha perikanan dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pasokan makanan bagi karyawannya. Peluang tersebut harus ditangkap oleh pelaku usaha lokal sehingga produk olahan perikanan dari Merauke memiliki pasar yang lebih jelas dan berkelanjutan.
Fauzun juga mengingatkan pentingnya kelompok usaha untuk terdata secara baik di Dinas Perikanan. Pendataan tersebut menjadi salah satu hal penting agar pemerintah dapat mengetahui kebutuhan pelaku usaha sekaligus menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
“Bantuan yang dapat mendukung pengembangan usaha tersebut antara lain cool box, freezer, serta peralatan pengolahan hasil perikanan,” ujarnya.

Ia berharap melalui bimtekk ko l, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengembangan usaha masing-masing.
“Potensi perikanan Merauke dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan kelompok perempuan yang bergerak dalam pengolahan hasil perikanan,” tandasnya (*)
Penulis/Editor: Hendrik














