Komisi IV DPR-RI Gandeng KKP Pacu Wirausaha Perikanan di Merauke, Bersaing di Pasar Global

Penyerahan bantuan dari Pemerintah Pusat kepada Pelaku Usaha di Merauke oleh anggota DPR RI, H. Sulaeman L. Hamzah. (Foto: Hendrik)

REDAKSI22.COM –  Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya memacu pertumbuhan kewirausahaan perikanan di Merauke agar mampu bersaing di pasar global.

Upaya itu dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan dan Akses Permodalan yang dilaksanakan di Rumah Aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah Jl. Noari Merauke yang dimulai sejak, Senin (02/11/2016).

Anggota Komisi IV DPR-RI yang membidangi Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan, H. Sulaeman L. Hamzah mengatakan, pelaku usaha kecil di sektor kelautan dan perikanan di Merauke perlu didorong menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing di pasaran global.

“Untuk maksud itu kita perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), inovasi produk serta kemampuan pemasaran agar mampu bersaing di pasar global, termasuk pasar ekspor,” kata Sulaeman Hamzah.

Ia menyebutkan, problem utama yang dihadapi dalam kegiatan pengembangan kewirausahaan dewasa ini adalah keterbatasan sumber daya manusia. Minimnya keterlibatan generasi muda menjadi tantangan kedepan.

“Saya lihat dalam kegiatan bimtek ini yang hadir mama-mama semua. Tidak ada orang muda yang hadir,  dan bapa-bapa pun sedikit. Inj tantangan buat kita ke depan. Pada intinya bahwa berwirausaha ini adalah petarung dan pekerja keras. Sebagai petarung kita, selalu mempersiapkan diri,“ ujarnya.

“Keterlibatan anak-anak muda sangat dibutuhkan untuk mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan usaha, khususnya pengolahan hasil perikanan,” sambungnya.

Pelaku usaha, lanjutnya, harus berorientasi lebih luas dan berpikir lebih jauh dalam mengembangkan produk, tak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga memproduksi dalam jumlah besar dengan kualitas yang memenuhi standar pasar ekspor.

“Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Kalau ingin hasilkan produk yang besar dan siap ekspor, tentu semuanya harus dipersiapkan, mulai dari kualitas, kemampuan produksi dan pemasaran,” imbuhnya.

Baca Juga  Sambangi 2 Gereja, Polres Merauke Berbagi Berkat dan Kasih Natal 2025

Sulaeman mengingatkan agar pelaku usaha tidak hanya berorientasi pada mendapatkan bantuan modal atau pinjaman dari perbankan. Namun, harus mampu menciptakan produk dibutuhkan masyarakat dan memiliki pangsa pasar.

“Apabila produk yang dihasilkan tidak diminati konsumen, maka usaha akan mengalami kesulitan berkembang. Bahkan, kewajiban pengembalian kredit kepada perbankan juga berpotensi mengalami kemacetan,” tukasnya.

Ia menekankan pentingnya memperhatikan kemasan, selain kualitas dan cita rasa.  Produk yang berkualitas harus didukung kemasan yang menarik sehingga mampu meningkatkan minat konsumen untuk membeli.

“Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan modal, tetapi harus berpikir produk apa yang mau kita hasilkan, apakah produk itu dibutuhkan pasar dan bagaimana pemasarannya,” ucapnya.

Dukungan pemerintah, sebutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan terus memperjuangkan  aspirasi masyarakat khususnya pelaku usaha perikanan di wilayah Maluku dan Papua. Meskipun keterbatasan anggaran serta luasnya wilayah pelayanan, berbagai bentuk dukungan tetap diupayakan melalui penyaluran sarana usaha.

“Diantaranya bantuan cold box, freezer, mesin pengolahan hasil perikanan, termasuk peralatan untuk memproduksi bakso ikan, serta pelatihan keterampilan bagi kelompok usaha,” rincinya.

Ia berharap bantuan dan bimtek dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas pengembangan usaha secara berkelanjutan.

“Saya berharap para pelaku usaha perikanan di Merauke semakin siap dalam mengembangkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” tandasnya.

Sementara itu, Dirjen Pemberdayaan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ali Rahmat Imam Santoso mengatakan bimtek kewirausahaan dan akses permodalan ini merupakan  kontribusi Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Komisi IV DPR-RI dalam rangka mendukung pertumbuhan di bidang kewirausahaan nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada anggota Komisi IV DPR RI  dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan bimbingan teknis (bimtek) kewirausahaan dan akses permodalan di Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Semoga kegiatan ini dapat membawa berkah dan manfaat bagi kita semua,” ucap Ali Rahmat Imam. (*)

Baca Juga  Sri Mulyani Bocorkan Isi Nota Keuangan 2026 yang Bakal Dibacakan Prabowo di DPR

Penulis: Hendrik

Editor: Hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *