Rayakan Syukur 25 Tahun Imamat, Pastor Donatus Wea: “Tuhan Begitu Mencintai Saya”

Misa Syukur 25 Tahun Imamat, RD. Donatus Wea S. Turu yang dipimpin Uskup Agung Merauke di Gedung Archelaus Sai Paroki St. Bampel Merauke. (Foto: Hendrik)

REDAKSI22.COM – Umat Katolik Kevikepan Merauke, Keuskupan Agung Merauke bersuka-cita dalam Perayaan Syukur 25 Tahun (Pesta Perak) Imamat Pastor Donatus Wea S. Turu yang dilaksanakan di Archelaus Sai, Paroki St. Yoseph Bambu Pemali, Merauke, Kamis (29/10/2026).

Perayaan Syukur 25 Tahun Imamat Pastor Donatus Wea S. Turu diawali dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC dengan puluhan imam konselebran, biarawan-biarawati serta ribuan umat.

Hadir Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa selalu Ketua Umum Ikatan Flobamora Papua Selatan, Bupati Merauke, Yoseph Bladip Gede, anggota DPR RI, H. Sulaeman L. Hamzah selaku Sesepuh Flobamora Papua dan seluruh pejabat Forkopimda Kabupaten Merauke maupun Papua Selatan.

Dalam khotbahnya, Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi mengingatkan bahwa seorang imam sejati harus berpedoman pada empat pilar atau tiang utama yakni dekat dengan Allah, dekat dengan Uskup (atasannya), dekat dengan sesama imam dan dekat dengan umat.

“Hal itu telah ditunjukkan oleh Pastor Donatus Wea dalam menjalani imamatnya selama 25 tahun. Tentu tidak seratus persen atau sempurna. Begitu banyak tantangan yang dihadapi seorang imam baik dari luar maupun dari dalam dirinya,” kata Uskup Mandagi.

Kekuatan seorang imam, kata Uskup, adalah doa, Ekaristi dan Kitab Suci. Hal itu sebagaimana dikatakan Paus Benediktus XVI. Doa, Ekaristi dan Kitab Suci menjadi roh dan nafas dalam menjalani kehidupan imamat.

“Saya saksikan sendiri di biara keuskupan Pastor Don adalah seorang pendoa, rajin merayakan Ekaristi, dan tentu memahami Kitab Suci. Doa dan Ekaristi harus dilakukan setiap hari bagi seorang imam, bukan satu minggu satu kali,” tegasnya.

Sementara itu, Pastor Donatus Wea dalam sapaan kepada umat yang hadir mengatakan, empat poin yang menjadi pilar utama sebagaimana ditekankan Uskup dalam khotbahnya memang menjadi pedoman kehidupan imamat.

Baca Juga  Minggu Kasih, Kapolres Merauke Sampaikan Pesan Kamtibmas Melalui Mimbar Gereja Katolik

“Selama 25 tahun imamat, saya merasakan betapa Tuhan begitu mencintai saya. Sejalan dengan motto pesta perak saya ‘Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku’. Jadi saya merasakan lebih dicintai Tuhan,” ujar Pastor Don.

Dalam kesempatan itu, Pastor Donatus Wea menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tuhan yang telah menuntun, mendampingi dan menghantar perjalanan imamat sucinya selama 25 tahun dengan  sukacita dan pengorbanan.

“Terima kasih kepada Bapa Uskup yang telah memberikan keteladanan, rekan-rekan imam yang dalam kebersamaan mendukung panggilan saya, terima kasih kepada pimpinan daerah Provinsi Papua Selatan, para sesepuh Flobamora atas dukungan baik langsung mau tidak langsung,” ucapnya.

“Terima kasih kepada Keluarga Ine Ebu dan Flobamora yang telah mendukung sehingga acara ini bisa terselenggara, terima kasih kepada para suster (biarawan-biarawati) terutama RS Bunda Pengharapan,  terima kasih kepada seluruh panitia dan seluruh umat yang hadir serta semua pihak yang berjasa dan tidak bisa saya, sebutkan satu persatu,” pungkasnya.

BIOGRAFI RINGKAS

Nama Lengkap: RD. Donatus Wea S. Turu

Tempat Tanggal Lahir: Jere, 17 Juli1970

Riwayat Pendidikan:

SDK Malapedho: 1977-1983

SMPK Pancakarsa Malapedho:1983 – 1986 SMA Seminari Santo Yohanes Berchmans Todabelu-Mataloko: 1986-1990

SI Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandira Kupang: 1993-1997

Teologi Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui, Kupang : 1998-2000

S2 Hukum Kanonik di Universitas Pontifikal Urbaniana Roma: 2005-2008

Program Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Semarang: 2016-2020

Riwayat Panggilan:

Seminari Menengah Santo Yohanes Berchmas Todabelu – Mataloko: 1986-1990

Formasi sebagai Aspiran, Postulant, Novisitas OCD San Juan Bajawa: 1991-1994

Studi Filsafat di Seminari Tinggi Santo Mikhael Kupang: 1993-1997

Tahun Orientasi Pastoral di Paroki Santo Yoseph Penfui-Kupang: 1997-1998

Baca Juga  Pemprov Papua Selatan Apresiasi Dukungan Gereja Dalam Karyanya Terhadap Pembangunan Daerah

Teologi di Seminari Tinggi Santo Mikhael Kupang: 1998-2000

Persiapan Diakonat di Paroki Santo Antonius Okaba: 2000-2001

Tahbisan Diakonat di Paroki Santo Antonius Okaba: 19 Maret 2001

Tahbisan Imam di Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke: 28 Oktober 2001

Riwayat Pelayanan Imamat:

Praktek Diakonat di Paroki Santo Antonius Okaba 2001

Neomis dan Pastor Paroki Santo Antonius Padua Bade: 2002-2004

Mengajar di STK Santo Yakobus: 2004 Formator di Semninari Tinggi Yerusalem Baru Jayapura: 2008-2010

Rektor Seminari Tinggi Yerusalem Baru Jayapura: 2010-2011

Vicaris Judicial Keuskupan Agung Merauke: 2009-sekarang

Dosen Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur Jayapura: 2008- 2012; 2018-2021

Dosen dan Ketua Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke :2012-sekarang. (*)

Penulis: Hendrik Resi

Editor: Hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *