REDAKSI22.COM – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengajak masyarakat Flobamora di Provinsi Papua Selatan untuk membangun harmonitas dan persatuan bersama seluruh komponen masyarakat terutama Orang Asli Papua (OAP) dan warga paguyuban Nusantara guna membangun Tanah Selatan Papua.
Ajakan Gubernur Apolo Safanpo disampaikan dalam sambutan ketika melantik Ketua Umum Ikatan Flobamora (IKF) Provinsi Papua Selatan, Paskalis Imadawa dan pengurus lain di Aula Hotel Coreinn Merauke, Sabtu (24/10) 2016).

Menurut pandangan Gubernur, warga Flobamora atau Diaspora NTT di mana pun berada dikenal sebagai pribadi yang selalu menjunjung tinggi etika, moral, tata krama dan penghormatan yang tinggi kepada alam dan lingkungan hidup. Nilai-nilai tersebut selaras dan harmonis dengan budaya yang diwariskan oleh leluhur di Tanah Selatan Papua.
“Oleh karena itu, mari kita sama-sama menjaga dan menjunjung tinggi kebersamaan, kita bangun harmonitas dan persatuan bersama dengan komponen masyarakat yang lain terutama Orang Asli Papua (OAP) dan paguyuban lain. Kita sama-sama bangun negeri kita, provinsi yang Tuhan karuniakan kepada kita,” ajak Gubernur Safanpo.

“Kita sudah ada di sini, kita akan menghabiskan seluruh sisa hidup kita di sini. Bahkan anak-anak dan cucu kita, mereka akan tumbuh dan berkembang di atas negeri ini. Oleh karena itu, mari kita jaga wilayah ini, kita bangun negeri kita bersama-sama,” pintanya.
Perihal pelantikan, Gubernur Apolo Safanpo mengingatkan pelantikan pengurus bukan hanya sekedar seremoni, tetapi momentum di mana warga Flobamora di Papua Selatan memberikan amanah dan kepercayaan kepada ketua dan pengurus yang baru dilantik untuk bersama pemerintah daerah membangun wilayah dan sumber daya manusia di Tanah Selatan Papua.

“Oleh karena itu kepada Pak ketua dan seluruh pengurus agar setelah dilantik segera melakukan konsolidasi organisasi baik di tingkat provinsi maupun keempat kabupaten dalam cakupan Provinsi Papua Selatan,” pesan Gubernur Safanpo.
“Bangun koordinasi dengan ketua-ketua IKF di kabupaten dan ketua-ketua tungku yang ada, agar kebersamaan dan tali persaudaraan serta silaturahmi yang telah dipupuk, dipelihara dan ditumbuh kembangkan oleh para senior dan pendahulu kita jaga dan pelihara dengan baik,” sambungnya.

Gubernur Apolo Safanpo juga menekankan bahwa di alam demokrasi dan dalam sebuah organisasi perbedaan pendapat adalah suatu keniscayaan.
“Kita boleh berbeda pendapat dari perspektif kita masing-masing. Tetapi apabila sudah ada keputusan, maka kita semua wajib menghormati keputusan tersebut. Itu adalah tatanan adat yang diwariskan turun temurun oleh leluhur kita,” pesannya. (*)

Penulis/Editor: Hendrik













