Peningkatan Ruas Jalan Semangga-Muram Sari Sedang Dikerjakan, Masyarakat Diminta Bersabar

Ruas jalan Semangga-Muram Sari Kabupaten Merauke sedang dikerjakan. (Foto Istimewa)

REDAKSI22.COM – Ruas jalan dari Semangga menuju Muram Sari Kabupaten Merauke sedang dalam pengerjaan peningkatan mutu atau kualitasnya dengan pekerjaan fisiknya baru 30 hingga 40 persen. Diperkirakan rampung hingga pengaspalan Desember 2026.

Pekerjaan perbaikan atau proses peningkatan mutu jalan tersebut menjawabi sorotan masyarakat terkait kerusakannya yang sebelumnya menyulitkan akses transportasi masyarakat menuju Kampung Muram Sari.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merauke, Leo Patria Mogot mengatakan, anggaran peningkatan mutu jalan tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2026 yang dikerjakan berdasarkan usulan masyarakat dengan nilai pagu anggaran mencapai Rp 9 miliar. Namun saat pelaksanaan tender turun menjadi Rp 8 miliar

“Terkait teknis pelaksanaan pekerjaan dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan Laporan Kemajuan Fisik dan Keuangan, saat ini pengerjaannya adalah pekerjaan LPH. Dalam pekerjaan LPH ini ada spesifikasi yaitu soil semen dan cor beton untuk bahu jalan,“ jelas Leo Mogot ketika dikonfirmasi wartawan via telepon selulernya, Rabu (04/02/2026).

Pekerjaan jalan berdasarkan teknis pelaksanaan, lanjutnya, seharusnya tidak boleh dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat atau yang bermuatan berat selama proses pengerjaan.

“Kalau roda dua mungkin masih ada toleransi, karena bebannya tidak terlalu berat. Tetapi kalau roda empat yang bermuatan di atas 10 ton itu pasti jalan rusak lagi. Apalagi dalam keadaan sedang dalam tahap pekerjaan, “ ujarnya.

“Pekerjaan jalan ini masih dalam pengerjaan. Artinya pekerjaan soil semen pun atau cor beton untuk bahu jalan itu memerlukan kearifan dan kesadaran kita semua masyarakat untuk tidak dulu memaksakan melewati jalan itu terutama kendaraan yang berbeda berat 5-10 ton. Artinya pekerjaan LPH soil semen atau cor beton itu belum bisa diganggu dengan beban kendaraan,“ tegas Leo Mogot.

Baca Juga  Polres Merauke Juarai Lomba Karya Tulis Ilmiah HUT ke-71 Lalu Lintas Tingkat Polda Papua

Ia mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk tidak membuka palang penutupan jalan sementara selama proses pekerjaan berjalan.

“Mohon palang itu jangan dibuka saat kami tutup sementara jalan untuk kendaraan yang bermuatan berat. Karena mau pekerjaan apa pun biar beton bertulang kalau usianya belum dipersyaratkan untuk dibebani, pasti akan hancur, apalagi ini jalan soil semen yang masih sedang berlangsung dan menunggu pekerjaan untuk lapis permukaan airex di atasnya,“ imbuhnya.

Leo mengharapkan kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga kualitas jalan dengan tidak terburu-buru menggunakan jalan hingga persyaratan beban pemuatan dibuka atau diberikan akses.

“Untuk luas jalan ini, progres keuangannya baru pembayaran uang muka, belum pembayaran fisik. Sebuah bentuk fungsi kontrol dari masyarakat yang kritis seperti ini untuk dapat memberi masukan kepada kita. Tapi ada baiknya juga masyarakat menyampaikan dulu ke PU untuk kami jawab sebelum diviralkan di medsos, karena kalau sudah viral maka menimbulkan persepsi yang macam-macam,“ ucapnya.

Ia menyadari sebagai pelayanan masyarakat, Dinas PUPR tentu memiliki banyak kekurangan. Jika terjadi kekurangan di lapangan sebaiknya dikomunikasikan ke pihaknya dan tidak serta merta diviralkan, sehingga masyarakat yang ingin mengetahui dapat memahami bahwa kerusakan jalan karena kesalahan semua pihak.

“Rusaknya jalan ini bukan murni kesalahan kami pemerintah, juga bukan murni kesalahan pekerja konstruksi tetapi kesalahan kita semua yang tidak bersabar dan menahan diri untuk melewati jalan yang, sedang dikerjakan. Saya menyampaikan kepada masyarakat bahwa sikap kritis itu memang kita perlukan, tetapi pada tempat dan waktu yang baik dan benar. Kita boleh kritis tapi bukan untuk menjatuhkan pihak lai,” tandasnya.

Penulis/Editor: Hendrik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *