REDAKSI22.COM, MERAUKE – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu mengajak mahasiswa Kabupaten Mappi menjadi duta/agen perubahan dan berkontribusi nyata pada pembangunan daerah.
Ajakan itu disampaikan Sekda Ferdinandus Kanakaimu saat melakukan dialog pertemuan dengan Himpunan Mahasiswa Mappi di ruang rapatnya di Kantor Gubernur Papua Selatan, Senin (06/07/2026).
Menurutnya, Himpunan Mahasiswa Mappi sebagai organisasi mahasiswa kedaerahan harus menjadi wadah pemersatu putra daerah dan merangkul segenap kaum muda Mappi dari semua suku di berbagai perguruan tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, Ferdinandus mendorong mahasiswa Mappi menjadi aktor perubahan dalam membangun daerah. Mahasiswa Mappi bukan hanya kritis tapi juga produktif dalam berkarir dan hadir sebagai pusat lahirnya inovasi bagi kabupaten Mappi.
“Mari kita membangun Kabupaten Mappi menuju sejahtera. Mahasiswa harus menyalurkan aspirasi, menjadi pemimpin, mengembangkan potensi akademik termasuk menumbuhkan karakter, menjadi media komunikasi antar mahasiswa. Itu langkah strategis yang menghidupkan sebuah organisasi,“ Sekda Ferdinandus.
“Selain itu, dalam organisasi harus melakukan penguatan legalitas organisasi dengan mengutamakan penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang nantinya dibahas dalam musyawarah,” sambungnya.
Dia menyerukan mahasiswa Mappi untuk melakukan musyawarah kedua untuk memilih pengurus secara demokratis. Tugas utama pengurus terpilih yaitu mendata seluruh mahasiswa di berbagai perguruan tinggi, mendaftarkan organisasi ke kampus di bagian kemahasiswaan dan menyiapkan sekretariat bersama aktif, mengantongi data base, website dan media sosial lainnya.
Selanjutnya, membuat program kerja nyata diberbagai bidang dan menjalin mitra kerja. Di bidang pendidikan, menurut dia, yang bisa dilakukan mahasiswa adalah rumah belajar, berupaya mengakses peluang beasiswa di luar pemerintah daerah.
Di bidang ekonomi, lanjutnya, mahasiswa harus menjadi inkubator Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mahasiswa termasuk digital marketing dan koperasi, mahasiswa Mappi harus tampil beda dengan mahasiswa lainnya. Di bidang sosial bisa mengajar di kampung- kampung seperti donor darah untuk menolong orang lain terutama mahasiswa yang mengalami kecelakaan
Di bidang kesehatan, mahasiswa harus membantu memerangi stunting sehingga melatih diri agar setelah kuliah sudah siap bekerja dan tahan banting di pemerintahan. Di bidang budaya, ada festival Mappi, ini program kerja nyata yang bisa dilakukan oleh mahasiswa.
“Tak hanya itu, mahasiswa juga harus bisa melakukan gerakan belajar mengajar di sekolah dasar, termasuk pelatihan komputer dasar. Gerakan mahasiswa peduli kampung; pembersihan lingkungan, edukasi kesehatan, stunting dan pendampingan aspirasi masyarakat kampung, program wirausaha yaitu pendampingan UMKM dan pemasaran digital,” tandasnya. (*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






