REDAKSI22.COM, MERAUKE – Seorang pria diketahui bernama Abdul Rozas (29) dilaporkan hilang terjatuh di Dermaga ke aliran Kali Maro Merauke Papua Selatan sekitar pukul 01.30 WIT dini hari, Senin (06/07/2026).
Laporan kehilangan pria naas itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke dari salah seorang warga yang merupakan rekan korban bernama Supendi yang menuturkan bahwa korban hilang diduga terjatuh pada saat menuju ke kamar toilet di kawasan dermaga milik Pak Hengki di pinggiran Kali Maro Merauke.
Informasi yang dihimpun dari Basarnas Merauke, sejak Senin dini hari itu korban tidak terlihat lagi dan dinyatakan hilang di sekitar lokasi kejadian. Korban terakhir kali terlihat mengenakan kaos lengan panjang berwarna biru dan celana pendek.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Merauke, Rudi menerangkan pihaknya resmi menerima informasi dari pelapor pada hari Senin pukul 10.00 WIT dari salah seorang rekannya bernama Supendi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Merauke, Rudi menerangkan pihaknya merespon cepat laporan kehilangan itu dengan mengerahkan dua (2) tim rescue berkekuatan 10 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian perkara (LKP).
“Lokasi kejadian perkara (LKP) berada pada titik koordinat 8°27’49.45″S – 140°25’14.94″E, berjarak sekitar 6,30 Km dengan heading 7,81° arah Utara dari Kantor SAR Merauke, dengan estimasi waktu tempuh 25 menit,” terang Rudi.
Guna mengoptimalkan upaya pencarian, kata Rudi, Basarnas Merauke berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai unsur potensi SAR di wilayah Merauke, yang meliputi Kodaeral XI, Satrol, Polair Merauke dibantu oleh ABK KM Lyly 03.
“Dalam operasi pertolongan Basarnas mengerahkan ini 3 (tiga) unit rescue car,1 (satu) unit rigid buoyant boat (RBB), 1 (satu) unit perahu bermesin 40 PK, 1 (satu) unit drone thermal (untuk pencarian visual udara berbasis suhu), HP Satelit, handy talky (HT) dan GPS handheld,” bebernya.
“Kondisi cuaca di area pencarian dilaporkan dalam keadaan cerah berawan hingga terjadi hujan lokal, dengan pergerakan arah angin dari Timur hingga Tenggara berkecepatan 8–25 km/jam,” sambungnya.
Ia mengimbau masyarakat lokal maupun awak kapal yang melintas di sekitar Sungai Maro untuk segera menginformasikan ke petugas jika melihat tanda-tanda keberadaan korban. (*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






