Veronika dan Aurellia, Dua Anak Papua Selatan Lulusan Terbaik Amerika Serikat, Program Sarjana Unggulan Papua

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan, Paskalis Prayitno dan dua mahasiswa lulusan terbaik Amerika Serikat, Veronika Yeem dan Aurellia Viano Huom. (Foto: Hendrik).

(Catatan Jurnalis Hendrik Resi) 

Dua lulusan terbaik di negeri Paman Sam, Amerika Serikat asal Papua Selatan yakni Veronika Yeem (24) dan Aurellia Viona Huom (25), tengah menjadi sorotan publik saat ini. Pasalnya, keduanya selain fasih berbahasa Inggris juga berwawasan luas dan unggul dari sisi sumber daya manusia (SDM) Papua.

Veronika dan Aurelia menjadi sosok inspiratif yang patut ditiru oleh generasi muda Papua pada umumnya dan Merauke khususnya karena telah menorehkan prestasi studi terbaik di luar negeri melalui lembaga pendidikan tinggi (universitas) dan lulus menjadi sarjana program unggul Papua.

Keduanya lulus bersamaan dan menyandang gelar sarjana di bulan Mei 2025, setelah tiga (3) tahun ditempa di dua universitas berbeda di Amerika Serikat. Setelah lulus, Veronika dan Aurellia sempat bekerja selama setahun di Amerika Serikat, sebelum pulang kembali ke kota kelahiran, Merauke Indonesia.

Veronika Yeem lulus dengan gelar sarjananya adalah Bachelor of Art (B.A) di Kampus Western Michigan University Amerika Serikat, Jurusan Global and International Studies.

Sedangkan Aurellia Viona Huom lulus dengan gelar sarjananya yakni Bachelor of Science (B.S) di Kampus Wyoming University di Amerika pada jurusan Business Management, minor: Professional Sales.

Veronika dan Aurelia, selain lulus bersamaan keduanya juga sama-sama memiliki kota kelahiran Merauke, Papua Selatan. Veronika lahir pada 02 Februari 2002, sedangkan Aurelia lahir 02 Juli 2001.

Sejak tahun 2020, Veronika dan Aurellia masuk dalam program Siswa Unggulan Papua (SUP) di Jakarta dan diberikan pembinaan Bahasa Inggris selama 12 bulan, yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua untuk mempersiapkan penerima beasiswa studi ke luar negeri.

Selanjutnya, Veronika dan Aurellia masuk ke Jakarta International College (JIC), institusi pendidikan jalur internasional di Indonesia yang membantu siswa memulai kuliah di dalam negeri sebelum melanjutkan dan studi luar negeri.

Di Jakarta International College ini, dua mahasiswi Papua Selatan yang masuk SUP mengasah kemampuan akademiknya, bahasa asing serta mental mahasiswa sebelum berangkat ke luar negeri.

Di bulan Januari 2023, keduanya ditransfer ke universitas yang menjadi tujuan dan belajar selama 3 tahun. Veronika ke Western Michigan University, sedangkan Aurellia ke Wyoming University.

Ketika dikonfirmasi wartawan terkait bantuan beasiswa Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Aurellia mengaku bantuan studi ke luar negeri dalam program sarjana unggul Papua ini dirasakan sangat berdampak untuk meraih masa depan yang baik dari kedua.

Baca Juga  Gubernur Safanpo Harapkan Makin Banyak Putra-Putri Papua Selatan Ikut Beasiswa Magister ke Inggris

“Secara pribadi yang kami rasakan, kalau saya karena background keluarga yang kurang mampu, menurut saya mendapat kesempatan keluar negeri sangat membantu untuk mengejar mimpi yang menurut orang idam-idamkan tetapi saya dapat kesempatan. Ini sangat luar biasa dan membuat saya belajar banyak hal terutama secara internasional,” aku gadis berdarah Biak-Merauke ini.

Sementara Veronika ketika dikonfirmasi terkait hambatan saat dikirim belajar ke luar negeri, ia mengaku bahwa secara umum hambatan awal bagi studi mahasiswa internasional adalah bahasa dan budaya.

“Untuk pertama kali di sana, walaupun kita sudah belajar bahasa Inggris selama satu tahun, tetapi belajar bahasa Inggris dalam negeri berbeda ketika kita berhadapan langsung dengan orang tempat aslinya apa lagi dibina college yang secara profesional bahasa dan budaya,” aku Veronika, perempuan keturunan Suku Muyu ini.

“Tetapi kami sangat bersyukur karena di sana juga ada komunitas Papua, orang Papua, anak-anak Indonesia di mana kita sama-sama saling membantu. Jadi hambatan tidaklah sesulit itu,” sambungnya.

Disinggung soal cara mahasiswa Papua Selatan beradaptasi di Amerika dengan perbedaan latar belakang budaya, bahasa yang berbeda dengan sistem pendidikan yang sudah maju dan mutakhir, Aurellia menyebut bahwa hal utama dan pertama yang dilakukan adalah menjalin relasi di dalam komunitas Papua, Indonesia dan belajar dari pola dan kebiasaan para mahasiswa senior yang sudah hidup lebih dulu di Amerika.

“Kalau dari pengalaman dan apa yang saya lihat sejauh ini cara saya beradaptasi sendiri adalah dengan menemukan komunitas kita. Itu sangat penting, karena mereka juga lebih lama dan lebih tahu. Kita juga bisa menemukan jalinan rasa kekeluargaan dengan komunitas Indonesia maupun Papua,” beberapa Aurellia.

“Yang terpenting kita bisa mengontrol diri kita, karena kalau berbicara soal budaya di luar itu, sangat universal. Jadi ada aturan dan budaya yang tidak bisa diterima di Indonesia, tetapi di sana diterapkan. Yang paling penting adalah menemukan komunitas kita dan belajar untuk mengatur di sendiri,” ucapnya memberikan tips.

Veronika dan Aurellia berharap setelah balik ke Indonesia khususnya ke Merauke Papua Selatan mendapatkan beasiswa studi lagi ke luar negeri ke jenjang yang lebih seperti magister dan sebagainya.

Baca Juga  Gubernur Papua Selatan Dorong Pendidikan Anak di Kampung Koa melalui Sekolah Rakyat 

“Saat ini karena masa transisi, kami berdua bisa dapat beasiswa lagi untuk S2, kami lagi mencari beasiswa. Tetapi yang pentingnya, apa yang kita, dapatkan di sana bukan hanya ijazah yang kita bawa tapi wawasan, daya saing.”

“Pastinya kami ingin berbagi kepada teman-teman di sini, baik anak Papua maupun siapa saja yang ada di Papua Selatan untuk tetap semangat. Karena kita masih kurang di luar sana dan kita sangat membutuhkan anak-anak Papua Selatan untuk terus bersaing dan siap. Itulah motivasi yang kami bisa berikan,” kata Veronika.

Veronika dan Aurellia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan yang telah memberikan kesempatan kepada keduanya dalam bantuan beasiswa studi program Sarjana Unggul Papua (SUP).

“Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Papua Selatan, Dinas Pendidikan dan instansi pemerintah lain yang sudah mendukung kami untuk bisa kuliah di Amerika. Namun kami pernah juga situasi pasca pemekaran masalah beasiswa, dan kami juga mengerti bahwa perihal beasiswa ke luar negeri ini tidak mudah diprogramkan,” ujar Aurellia.

“Kami berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua Selatan karena tetap konsisten membimbing kami hingga bisa selesai kuliah di luar negeri dan kembali ke Merauke,” ucapnya.

Sementara itu, Veronika Yeem mengungkapkan fokus studinya di Amerika adalah Global International Study, di mana mahasiswa belajar secara luas ekonomi, sosial, politik dengan background itu dia sempat mengabdikan diri bekerja di organisasi tertua di kota Michigan, membantu penanganan para gelanggang (tunawisma) dan sekitarnya.

“Jadi itu membuat saya berpikir kalau di Merauke ini situasinya sama, ada teman-teman, adik-adik tinggal di jalan-jalan, tidak bersekolah dengan baik, tidak mendapat akses dengan muda. Karena itu, berdasarkan apa yang telah saya pelajari di sana, melihat situasi di sini, saya harap contoh-contoh baik yang saya dapatkan di sana dapat saya terapkan di sini,” imbuhnya.

Contoh-contoh baik yang didapatkan oleh kedua mahasiswa ini baik Veronika maupun Aurellia yang dapat diterapkan di Merauke, setelah belajar di luar negeri adalah pendidikan yang fleksibel dan sebagainya.

“Jadi di sana anak-anak selalu kreatif dan punya semangat terus belajar. Jadi seperti kami berdua baru lulus tapi kami masih memiliki semangat untuk kembali berkuliah. Di sana kami dipermudah dan dibantu semuanya mulai dari pihak sekolah maupun pemerintah setempat.”

Baca Juga  Polwan Goes To School, Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Narkoba kepada Siswa-Siswi di Merauke

“Saya dan Aurellia berharap kita di Papua Selatan juga, semangat-semangat itu bisa diambil seperti pendidikan yang fleksibel dan aksesible. Aksesnya mudah didapat, apakah informasi-informasi beasiswa ataupun informasi lainnya. Kami telah kembali dari luar, mungkin kami bisa langsung ke sekolah-sekolah, memberikan motivasi, hal-hal kecil tapi berdampak. Mungkin seperti itu,” pungkas Veronika.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Paskalis Prayitno menjelaskan, pemerintah provinsi memiliki program pemberian beasiswa. Salah satu program beasiswa yang sedang ditangani adalah beasiswa Siswa Unggulan Papua (SUP), yang adalah program lanjutan Provinsi Papua Induk.

“Seiring dengan berpisahnya Provinsi Papua Selatan dari Provinsi Papua Induk, maka pembiayaan siswa unggulan menjadi beban pembiayaan Provinsi Papua Selatan,” jelas Paskalis Prayitno.

Ia menyebutkan mahasiswa yang dikirim ke luar negeri pada program Sarjana Unggulan Papua (SUP) total berjumlah 9 orang. Selain program unggulan beasiswa ke luar negeri, ada juga beasiswa studi di dalam negeri dengan jumlah 146 dan 116 orang.

“Apa yang telah disampaikan kedua adik kita Veronika dan Aurellia, kami dari Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Papua Selatan, khususnya Bapak Gubernur tetap konsisten untuk memberikan beasiswa bagi anak-anak Papua Selatan khususnya orang asli Papua untuk mendapatkan pelayanan beasiswa yang baik, “ kata Paskalis.

Paskalis Prayitno mengajak siswa-siswi yang tengah diduduk di bangku SLTA di Merauke Papua Selatan untuk lebih meningkatkan diri, rajin belajar, sehingga saat dilakukan rekrutmen tentang program beasiswa bisa mendapatkan kesempatan untuk studi ke luar negeri sebagaimana Veronika dan Aurellia.

“Terima kasih kepada adik-adik berdua yang telah menyelesaikan studi dengan baik. Kami berharap yang diperoleh di Amerika Serikat, setidaknya dapat ditularkan kepada adik-adik yang di Papua Selatan.”

“Berikan hal-hal baik yang didapat di sana kepada adik-adik di sini, sehingga mereka yang tidak sempat memperoleh kesempatan seperti adik berdua, bisa mendapatkan hal-hal baik yang dibawa dari luar negeri,“ pesan Prayitno kepada Veronika dan Aurellia di hadapan awak media, Rabu (27/08/2026). ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *