REDAKSI22.COM – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo membuka sosialisasi program beasiswa magister (S2) untuk tugas belajar ke Inggris. Sosialisasi program beasiswa magister ini digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Musamus Merauke, Kamis (03/09/2026).
Dalam kegiatan sosialisasi, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris di Indonesia atas perhatian, kerjasama, kolaborasi dan kemitraan yang telah diberikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan.

“Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan melalui program beasiswa pendidikan magister (S2) di Inggris bagi anak-anak dan putra-putri terbaik Papua Selatan untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Inggris,” kata Gubernur Safanpo.
Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Musamus Merauke beserta seluruh yang telah memberikan kesempatan untuk menggunakan auditoriumnya sebagai tempat pelaksanaan sosialisasi.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas beserta seluruh perangkat dan jajarannya, yang telah menginisiasi, mempersiapkan, dan melaksanakan kegiatan sosialisasi ini,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi atas kerja sama dan kolaborasi yang baik sehingga kesempatan beasiswa ini dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan para calon penerima beasiswa di Provinsi Papua Selatan.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mendapatkan informasi secara langsung mengenai program beasiswa Pemerintah Inggris. Saya harap peserta yang mengikuti proses seleksi ini dengan sungguh-sungguh. Pada umumnya pendidikan S2 di Indonesia ditempuh sekitar dua tahun, banyak program magister di Inggris dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu tahun,” kata Apolo Safanpo.
Dengan demikian, lanjutnya, apabila berangkat untuk memulai pendidikan pada September 2027, maka pada sekitar September 2028, setelah menyelesaikan program sesuai ketentuan universitas, diharapkan sudah dapat kembali ke Tanah Air.

Menurutnya, kesempatan itu merupakan beasiswa penuh sesuai dengan ketentuan program, sehingga peserta dapat berkonsentrasi pada pendidikan. Selama berada di Inggris, para penerima beasiswa tidak sendirian. Banyak mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Inggris.
“Kita juga memiliki Kedutaan Besar Republik Indonesia di London yang menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan dan hubungan bagi masyarakat Indonesia di Inggris. Bahkan, sudah banyak putra-putri Indonesia, termasuk dari Papua, yang mendapatkan kesempatan belajar di berbagai negara dan perguruan tinggi di luar negeri termasuk di Inggris,” sebutnya.

“Saya berharap kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan oleh putra-putri Papua Selatan. Bagi dosen Universitas Musamus yang masih menyelesaikan pendidikan S1 dan bisa melanjutkan pendidikan S2 di Inggris,” ajaknya.
Apolo Safanpo menjelaskan Inggris merupakan negara kepulauan dengan sejarah, budaya, ilmu pengetahuan, dan pendidikan yang sangat maju. Letaknya juga strategis di Eropa, sehingga pengalaman belajar di Inggris dapat membuka kesempatan untuk mengenal berbagai negara, budaya, dan lingkungan akademik internasional.
“Saya berharap informasi mengenai beasiswa ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi hari ini. Bagi peserta yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti melalui zoom, informasi beasiswa ini bakal disebarluaskan melalui media sosial dan media lainnya,” ucapnya.
“50 kuota yang dibuka ada kesempatan bagi putra-putri Papua Selatan untuk mengikuti program beasiswa ini. Mudah-mudahan dari kuota yang tersedia, sebanyak-banyaknya anak-anak Papua Selatan dapat mengikuti seleksi dan berhasil dinyatakan lulus. Saya harap, dari kegiatan sosialisasi ini akan lahir putra-putri Papua Selatan yang berhasil mendapatkan kesempatan belajar di Inggris,” harapnya. (*)
Penulis/Editor: Hendrik











