REDAKSI22.COM – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengingatkan kebersamaan dan persatuan di antara seluruh elemen masyarakat terus terjaga di tengah berbagai persoalan pembangunan.
Gubernur Apolo Safanpo menyampaikan hal itu saat menghadiri Kopi Senja bersama Forkopimda Papua Selatan di Markas Kodaeral XI Merauke, Jumat (04/09/2026).

Ia berharap silaturahmi dan persaudaraan yang dibangun, semoga terus bertumbuh dengan tidak memikirkan kepentingan diri sendiri, kelompok dan golongan.
“Kebersamaan diharapkan terus terjaga dari waktu ke waktu, supaya semua dalam satu payung persaudaraan, karena seluruh manusia ciptaan Tuhan, sama,” imbuh Gubernur.

“Mudah-mudahan dengan persaudaraan dan persatuan ini meningkatkan semangat untuk membangun daerah dan masyarakat di Papua Selatan,” harapnya.
Gubernur menekankan bahwa pemerintah tidak memandang etnis, agama, suku, dan keluarga, tetapi siapapun dia merupakan tanggung jawabnya, lantaran semua yang ada di alam semesta adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam status sosial dan kehidupan sehari-hari ada tiga kasta dalam diri setiap manusia yakni kasta kesadaran, kesatria dan kasta brahmana.

“Kasta kesadaran yaitu orang yang fokus pikiran dan pekerjaannya hanya untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, kelompoknya, etnisnya, agamanya, organisasinya dan partainya,” kata Apolo Safanpo.
“Kemudian, kasta kesatria, personalitas orangnya fokus dan karya pengabdiannya untuk kepentingan bangsanya, masyarakatnya. Sedangkan kasta brahmana itu, semua fokus dan karya pengabdian orang itu untuk kemanusiaan,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor: Hendrik














