89 Warga Kota Merauke Tertular HIV/AIDS, 19 Orang Meninggal Dunia Hingga Juni 2026

Kegiatan Focus Discussion Group membahas masalah HIV/AIDS di Merauke. (Foto: Hendrik)

REDAKSI22.COM – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Merauke di tahun 2026 menunjukkan angka yang signifikan dan menebus 89 kasus hingga pertengahan tahun atau Juni 2026. Dari jumlah tersebut 19 orang di antaranya meninggal dunia.

Data yang diperoleh media ini dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Merauke dirincikan bahwa pasien yang tertular HIV sebanyak 73 orang dan sudah menderita AIDS sebanyak 16 orang.

Kepala UPTD Pusat Penanggulangan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) Kabupaten Merauke, dr. Yohanes Waluyo menerangkan, penularan HIV/AIDS sejak tahun 1992 hingga 2026 total berjumlah 3.245 kasus. Di tahun 2026 (Januari-Juni) berjumlah 89 kasus.

“Di tahun ini saja kasus penyebaran untuk yang berisiko tinggi seperti pekerja seks komersial (PSK) sudah turun. Hanya ada 1 orang saja. Itu pun PSK yang baru datang. Jadi yang sudah lama di sini tidak ada,” terang Dokter Waluyo usai kegiatan Focus Discussion Group HIV/AIDS di Kantor Bupati Merauke, Kamis (13/08/2026).

Dokter Waluyo menyebutkan penyebaran HIV/AIDS rata-rata menjangkiti masyarakat umum bahkan sudah menjangkau kalangan dunia pendidikan dan menjangkiti para pelajar dan mahasiswa. Namun sebagian besar, angka penularan HIV/AIDS didominasi oleh ibu rumah tangga (IRT).

“Pelajar ada 2 orang dan mahasiswa ada 12 orang. Kasus yang tertinggi itu ibu rumah tangga. PSK ada satu yang baru datang kita periksa dan positif, yang lama tidak ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah melalui dinas kesehatan, UPTD dan Puskesmas tak lelah untuk memberikan penyuluhan kepada pelajar, mahasiswa, dinas-dinas, BUMN/BUMD, perusahaan swasta dan ke toko-toko dan sebagainya.

“Itu sudah kita lakukan. Jadi kita harapkan keterlibatan seluruh masyarakat, OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama dan adat untuk bersama-sama mengurangi dan mencegah HIV sedini mungkin,” harapnya.

Baca Juga  Tingkatkan Derajat Kesehatan, Sinergitas dan Kolaborasi Lintas Sektor Perlu Dibangun

“Bagi para pekerja hiburan malam yang berisiko, pihak puskesmas dan beberapa LSM sudah mengecek. Ada beberapa yang mau cek kesehatan, ada beberapa juga yang datang sendiri untuk cek kesehatan. Namun yang jadi masalah ada juga yang tidak mau cek kesehatan. Itu yang membuat kami kewalahan,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor: Hendrik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *