Pacu Layanan Kesehatan Penyakit Khusus, Pemprov Papsel-Kemenkes Teken MoU dengan RS Pengampu Regional maupun Nasional

REDAKSI22.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan menggandeng Kementerian Kesehatan menjalin kontrak kerjasama dengan rumah sakit pengampu baik nasional maupun regional melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait jejaring layanan pengampuan prioritas antara rumah sakit pengampu nasional dan regional jejaringan layanan prioritas.

Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Kantor Gubernur Papua Selatan KTM Salor Merauke, Selasa (05/05/2026).

Penandatanganan nota kesepahaman berupa Program Layanan Prioritas Nasional Bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan dengan Rumah Sakit Pengampu Nasional, Rumah Sakit Pengampu Regional Jejaring Layanan Kanker, Jantung, Stroke, Uro-nefrologi, Kesehatan Ibu Dan Anak, Gastro-hepatologi, TB-Respiratori, Diabetes, Penyakit Infeksi Emerging, Kesehatan Jiwa Dan Mata.

Selanjutnya, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Layanan Prioritas Nasional bersama rumah sakit pemerintah kabupaten se-Provinsi Papua Selatan dengan Rumah Sakit Pengampu Nasional, Rumah Sakit Pengampu Regional Jejaring Layanan Kanker, Jantung Stroke, Uronefrologi, Kesehatan Ibu Dan Anak, Gastro-hepatologi, Tb-respiratori, Diabetes Penyakit Infeksien-an Jiwa dan Mata.

Gubernur Apolo Safanpo mengatakan, Papua Selatan adalah provinsi baru yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2022.

Oleh karena itu, kata dia, banyak kendala dan keterbatasan dalam pembangunan pelayanan kesehatan. Hingga kini, Papua Selatan baru memiliki delapan rumah sakit dan 85 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersebar di empat kabupaten dalam cakupan wilayah provinsi ini.

Keempat kabupaten tersebut yakni Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Kabupaten Asmat. Jumlah warga Papua Selatan hingga saat ini sebanyak 570 ribu penduduk.

Menurutnya, wilayah ini masih mengalami kendala dalam pelayanan kesehatan. Kendala yang dialami di antaranya sarana prasarana kesehatan, fasilitas maupun Sumber Daya Manusia (SDM)-nya

“Sampai saat ini belum ada rumah sakit provinsi, masih terpikirkan,”kata Gubernur Apolo disela-sela sambutan.

Meski demikian, kata dia, sampai saat pemerintah provinsi masih terus berupaya untuk memenuhi kekurangan-kekurangan tersebut.

“Untuk itu, kami mohon dukungan dari pak Menteri Kesehatan (Menkes) yang diwakili Direktur Pelayanan Medis,” ujar Apolo.

Apolo menyebut masih banyak masyarakat di Papua Selatan yang selama ini terus dirujuk ke ibu kota kabupaten maupun keluar daerah karena pemerintah provinsi belum memiliki rumah sakit.

“Oleh karena itu, kita sangat bersyukur dengan adanya program ini, akan sangat membantu meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah provinsi ini,”kata dia.

Ia berharap mudah-mudahan melalui program ini, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutan bisa mendapatkan akses pelayanan yang baik dan dapat diobati.

Agenda Penandatanganan nota kesepahaman program layanan prioritas nasional bersama pemerintah provinsi papua selatan dengan rumah sakit pengampu nasional, rumah sakit pengampu regional

Kemudian, jejaring layanan kanker, jantung stroke, uro-nefrologi, kesehatan ibu, dan anak, Gastro-hepatologi, TB-respirator, diabetes, penyakit infeksi emerging, kesehatan jiwa dan mata.

Lalu, penandatanganan perjanjian kerja sama program layanan prioritas nasional bersama rumah sakit pemerintah kabupaten se-Provinsi Papua selatan dengan rumah sakit pengampu nasional.

Selanjutnya, rumah sakit pengampu regional, jejaring layanan kanker, jantung, stroke, Uro-nefrologi, kesehatan ibu dan anak , gastro-hepatologi, TB-respiratori, diabetes, penyakit infeksi emerging, kesehatan jiwa dan mata. (*)

Penulis: Hendrik

Editor: Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *