REDAKSI22.COM,MERAUKE –Natalis Kristian Basik-Basik resmi dilantik dan dikukuhkan sebagai Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPS) oleh Gubernur Apolo Safanpo di Hotel Halogen Merauke, Kamis (02/07/2026).
Dalam momen itu, Gubernur Papua Selatan memberikan apresiasi atas mandat dan kepercayaan yang diemban selalu pimpinan MPRS dan berharap agar tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan Tuhan dapat dilaksanakan sebaik mungkin.
Kepada seluruh anggota MRP Papua Selatan, Gubernur Apolo Safanpo mengajak agar mendukung secara moril maupun materiil tugas baru yang diemban Natalis Basik-Basik dengan melakukan koordinasi dan konsultasi serta berkolaborasi bersama pemerintah provinsi maupun kabupaten, Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Selatan dan DPR kabupaten dalam cakupan wilayah Papua Selatan.
Selain itu, Gubernur Safanpo juga meminta berkolaborasi dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan, elemen masyarakat, bersinergi dan bekerja sama, bermitra dalam mewujudkan kesejahteraan nasional yakni menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat di daerah ini.
“Saat ini, seluruh negara di dunia termasuk Indonesia dalam kondisi efisiensi akibat beberapa kendala termasuk geopolitik global dan geostrategi. Presiden Prabowo selalu mengingatkan kementerian, pimpinan lembaga dan pimpinan daerah agar dalam situasi efisien ini, dapat memanfaatkan potensi yang ada terutama menjaga keamanan, ketertiban dan stabilitas masyarakat,” kata Apolo Safanpo.
“Ibarat manusia, sehat saja sudah susah, apalagi sakit, pasti lebih susah. Kondisi kamtibmas yang normal dan aman saja, rakyat masih susah, apalagi terganggu masyarakat lebih susah. Untuk itu, kita perlu menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, kondusivitas dengan tetap saling menghargai dan menghormati,” tukasnya.
Ia menekankan bahwa tugas pemimpin adalah mencari jalan keluar masalah dan tak boleh membuat masalah karena akan menyusahkan masyarakat. Tugas seorang pemimpin, menurutnya adalah memberikan ketenangan dan hadir memberikan solusi, bukan menciptakan masalah baru tanpa penyelesaian.
“Semua punya tugas dan tanggung jawab yang sama di masing-masing bidang, dalam tugas dan panggilan masing-masing dimana saja ia berada. Presiden Prabowo meminta agar menjaga konektivitas serta kamtibmas di tempat kerja dan tempat tinggal masing-masing, agar aktivitas perekonomian masyarakat berjalan normal,” ucap Safanpo.
“Tanggung jawab kamtibmas bukan hanya polisi tetapi semua, minimal dari tempat tinggal masing-masing. Kita juga harus memaksimalkan potensi yang ada yakni mampu menyesuaikan diri, apabila memaksakan maka bakal menciptakan masalah baru,” sambungnya.
Gubernur mengingatkan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak memaksakan program yang tak mampu dibiayai, biasakan mencukupkan diri dengan apa yang ada.
“Bekerja semampunya, bukan memaksakan diri, bukan hanya anggaran, kesehatan juga penting. Jika kesehatan menurun dan terganggu, jangan memaksakan diri, kesehatan lebih penting dari apapun. Kita yang ada, saling mengingatkan, kita yang mengatur waktu, jangan waktu yang mengatur kita,” pesannya.
“Apabila merasa kelelahan, jangan memaksa diri bekerja, bekerja selama 24 jam juga tak menyelesaikan seluruh persoalan. Lakukan apa yang bisa dilakukan, selebihnya Tuhan, yang tidak bisa diselesaikan diserahkan kepada Tuhan karena Dialah yang mampu menyelesaikan seluruh persoalan,” tambahnya. (*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






