Dugaan Penimbunan BBM di Merauke, Wakil Bupati Tegaskan Bakal Cabut Izin Operasi Pengusaha ‘Nakal’

REDAKSI22.COM, MERAUKE – Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah memberi peringatan tegas kepada para pengusaha ‘nakal’ bahan bakar minyak (BBM) yang berkolaborasi dengan para penimbun/pengetap atau pihak yang sedang berusaha ‘bermain-main’ dengan ketersediaan BBM.

Persoalan BBM adalah hal krusial yang menyentuh dan berdampak langsung dengan kebutuhan pokok ekonomi masyarakat, sehingga jika terjadi kasus penyelewengan maka berakibat pada gejolak sosial yang berujung konflik di tengah masyarakat.

“Jika ada pengusaha ‘nakal’ yang berkolaborasi dengan para mafia BBM harus kita tindak tegas. Itu harus kita lakukan. Siapa pun yang melanggar aturan harus diproses hukum, bahkan ijin usahanya pun bisa kita cabut,” tegas Wabup Fauzun Nihayah usai Halal Bi Halal Pemkab Merauke di GOR Hias Sai Merauke, Rabu (01/04/2026).

Pemerintah Kabupaten Merauke, kata Fauzun, bakal membentuk satuan tugas (satgas) guna menyelidiki dan menginvestigasi dugaan adanya penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) di tengah masyarakat yang merugikan banyak orang.

“Persoalan BBM dari waktu ke waktu memang belum tuntas. Beberapa waktu lalu kami melalui Asisten II sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk membentuk Satgas BBM. Di kabupaten memang sudah terbentuk tetapi tidak bisa melakukan,” kata Wabup.

“Saat ini yang hanya bisa kami lakukan ketika ada pengaduan yang disertai bukti berupa foto kami akan teruskan ke pihak kepolisian. Alhamdulillah, ketika adanya temukan pihak kepolisian juga kembali memberitahu kami,” aku Fauzun Nihayah.

Ia mengajak partisipasi masyarakat untuk turut mengawasi dugaan praktek ilegal perihal penimbunan BBM. Ketika terjadi temuan kejanggalan dalam hal pengisian BBM di SPBU misalnya ada kendaraan yang memodifikasi tangki mobil penampung/pengetap agar dilaporkan ke pihaknya untuk segera ditindaklanjuti.

“Laporan masyarakat terkait temuan adanya penimbunan BBM paling tidak harus ada bukti, agar kepolisian bisa bergerak cepat. Beberapa waktu lalu memang ada laporan terkait adanya pengetap BBM dengan ciri-ciri mobil yang tangki dimodifikasi ,” ungkapnya.

Disinggung soal dugaan keterlibatan oknum aparat yang membekingi praktek penimbunan BBM, Wabup mengaku belum mengetahui pasti perihal itu. Namun sementara laporan yang diterima baru seputar aktivitas masyarakat sipil.

“Kalau soal keterlibatan oknum aparat, itu kita belum tahu, ya. Tetapi yang paling jelas adalah aktivitas dari masyarakat sipil. Dan itu sudah ada laporan ke kami bahwa ada praktek terkait penimbunan,” kata Wabup.

“Masyarakat harus ikut aktif mengawasi. Jika ditemukan ada dugaan penimbunan BBM jangan segan-segan melaporkan kepada pihak berwajib atau kepada pemerintah daerah. Para pihak kami minta untuk berhati-hati dan tidak terlibat menimbun,” Fauzun Nihayah. (*).

Penulis: Hendrik

Editor: Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *