REDAKSI22.COM, MERAUKE – Ratusan ekor hewan qurban baik sapi maupun kambing di Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah, Rabu (27/05/2026).
Ratusan ekor hewan qurban ini rata berasal dari santunan atau sumbangan pemerintah pusat (Presiden) pemerintah provinsi (Gubernur), pemerintah kabupaten (Bupati) maupun swadaya umat di lingkungan masjid yang ada di Merauke.
Informasi yang berhasil dihimpun tim redaksi22.com di berapa masjid di wilayah kota Merauke menyebutkan hewan qurban tersebut disembelih tepat di Hari Raya Idul Adha maupun sehari sesudahnya dan dibagikan ke masyarakat penerima yang kaum dhuafa.
Di Masjid Ataqwa Seringgu Merauke, panitia qurban menyembelih hewan qurban di depan kompleks KNS dan dibagikan kepada warga di halaman masjid. Hal serupa juga dilakukan di Masjid Baiturrahman Makmur (Mopah Lama), Masjid Nurul Huda Kertosantana, Masjid Nuraeni Topan dan masjid-masjid lainnya.
Ketua PKM Masjid Ataqwa Seringgu, Ustadz Rudy Rumaday menyebutkan total hewan qurban Idul Adha yang disembelih berjumlah 13 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Dua (2) ekor sapi dipotong di lingkungan dan 11 ekor sapi disembelih di kompleks masjid dan dibagikan kepada 800 warga penerima yang memiliki kupon.
“Hewan qurban sapi ini berasal dari anggota DPD RI Gus Adib Fuad, Gubernur Papua Selatan, Bupati Merauke dan warga jemaah Masjid Ataqwa Seringgu,” ujar Ustadz Rudy Rumaday kepada wartawan media ini.
Di Masjid Baiturrahman Makmur, Ketua PAC LDII yang juga Ketua PKM dan Panitia Qurban, H Suhartadi menyebutkan panitia qurban menyembelih 10 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Daging kurban kemudian didistribusi kepada warga masyarakat sekitar 150 kantong dan masyarakat Kampung Wasur yang memiliki 100 kupon, sehingga total berjumlah 250 kantong.
“Daging-daging tersebut didistribusikan oleh petugas Bhabinkamtibmas Polres Merauke. Dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pemotongan hewan qurban tahun 2026 ini mengalami penurunan, namun tidak terlalu signifikan. Kemarin 12 ekor, tahun ini 10 ekor,” beber Suhartadi.
Suhartadi mengungkapkan, hewan qurban berasal dari sumbangan sukarela warga anggota Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Merauke tanpa bantuan pemerintah daerah setempat.
“Anggota LDII kita arahkan untuk berkurban 1 orang 1 ekor. Kurban ini namanya kita berbagi dengan ikhlas kepada masyarakat. Jadi sumbangan dari pemerintah tidak ada. Hanya anggota LDII sendiri. Kita salurkan semua ke masyarakat untuk dibagi dengan ikhlas,” ungkapnya.
Sementara di Masjid Nurul Huda Kertosantana Mopah Lama, panitia menyembelih 10 ekor sapi dan satu ekor kambing dan dibagikan ke 696 keluarga penerima. Hal ini sebagaimana diutarakan oleh Ketua Panitia Qurban, Supati.
Sementara Ketua PKM Masjid Nurul Huda Kertosantana, Gunawan menuturkan jumlah hewan korban tahun 2026 menurun dibandingkan sebelumnya, sementara jumlah keluarga penerima bertambah. Tahun lalu 670-an, sedangkan tahun ini 696.
“Hewan qurban 9 ekor berasal dari swadaya umat dan satu (1) ekor sapi sumbangan dari Bupati Merauke dan satu (1) ekor kambing juga dari umat, sehingga total berjumlah 11 ekor hewan qurban,” tutur Gunawan.
“Kita tidak melakukan pemotongan di RPH, sesuai arahan dinas kita sudah sesuai standar kesehatan. Itu juga untuk kebersamaan, gotong royong dan semangat persaudaraan. Mudah-mudahan daging qurban dapat bermanfaat bagi umat muslim,” harap Supati.
“Mari kita sama-sama meningkatkan kepedulian antar sesama umat mengingat kondisi ekonomi saat ini sedang tidak baik-baik saja sehingga kita selalu berbagi,” harapnya.
Di Masjid Nuraeni Topan Wamanggu, penyembelihan hewan qurban berjumlah 11 ekor yakni 10 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Daging qurban disalurkan kepada 400 penerima yang memiliki kupon dan sisa disalurkan masyarakat lain yang membutuhkan.

“Hewan qurban rata-rata berasal dari jemaah, dan 1 (satu) ekornya berasal dari Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah bersama keluarga. Tahun 2025 lalu pemotongan kita lakukan di RPH, sementara tahun ini lingkungan masjid,” papar Wakil Ketua PKM Masjid Nuraeni Topan, H Muhamad Saul.
“Alhamdulillah, tahun ini kita lakukan di lingkungan masjid sebagai semangat kebersamaan. Dari awal kita sudah diajarkan tentang kebersamaan, jadi tetap menjaga silaturahmi dan kebersamaan. Nanti tahun depan kita kembali ke RPH supaya lebih higienis,” tandasnya. (*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






