Dukungan Pembangunan Gereja, Umat Paroki Buti Butuh Bantuan dan Kepedulian Semua Pihak

Lokasi pembangunan gedung Gereja Santa Theresia Buti di Kelurahan Sampai Merauke. (Foto: Hendrik)

REDAKSI22.COM – Umat Paroki Santa Theresia Buti Keuskupan Agung Merauke membutuhkan bantuan dan kepedulian semua pihak baik Katolik maupun non Katolik untuk berkontribusi secara material maupun finansial dalam proses pembangunan gedung gereja.

Saat ini gedung Gereja Paroki Santa Theresia Buti yang baru dibangun di lahan gereja dan sedang dalam proses atau tahap awal pembangunan dengan pekerjaan fisiknya yang baru tampak yakni fondasi. Peletakan baru pertama fondasi gedung Gereja ini baru dimulai Oktober 2025 atau satu tahun lalu.

“Untuk sementara ini dana pembangunannya bersumber dari swadaya umat. Kita masih mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah baik Provinsi maupun kabupaten se wilayah Papua Selatan,” ujar Sekretaris Panitia Pembangunan Gereja Santa Theresia Buti, Krispinus Palobo saat ditemui awak media redaksi22.com usai perayaan misa, Minggu (06/09/2026).

Perlu diingat! Gereja Santa Theresia Buti adalah gereja yang menjadi saksi sejarah dan akar peradaban Suku Malind mengenal agama Katolik, karena menjadi cikal-bakal masuknya Misionaris Katolik di Tanah Selatan Papua.

Di halaman depan Gereja terdapat Monumen dan halaman belakang gereja terdapat makam para Misionaris Katolik: pastor, bruder dan suster (para biarawan-biarawati) yang datang melayani umat Katolik di Merauke Papua Selatan sejak satu abad yang lalu. Ini menjadi tanda bahwa Gereja Buti adalah gereja sejarah, gereja peradaban.

“Gereja Buti ini adalah gereja peradaban, asal muka Misionaris Katolik masuk di sini, makanya ada monumennya di sini, ada makamnya di sini. Kalau kita berbicara awal mulai sejarah Katolik, ya, berawal dari Gereja Buti ini,” ungkapnya.

Namun, Gereja Santa Theresia Buti dulu hingga sekarang belum banyak berubah kesederhanaannya. Awalnya material gereja hanya terbuat dari gaba-gaba dan atap daun, kemudian dibangun menggunakan material kayu oleh Bruder di tahun 1920an. Walaupun telah mengalami banyak renovasi tetapi bentuk asli gereja tetap dipertahankan.

Baca Juga  Wabup Merauke Ajak Masyarakat Budayakan Pola Hidup Sehat Melalui Senam Jantung

Umat Paroki Santa Theresia Buti sangat berharap dukungan dan kontribusi semua pihak baik pemerintah daerah, para pejabat Katolik, perusahaan swasta, para pimpinan BUMN/BUMD dan semua pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi gereja ini.

“Kita sangat berharap semua pihak yang punya kepedulian dan berhati baik bisa memberi dukungan materiil maupun moril. Kita juga mengetuk hati pemerintah baik Kabupaten Merauke maupun Provinsi Papua Selatan untuk berkenan memberi dukungan, “ harap Krispinus.

“Kalau hanya mengandalkan potensi umat di Paroki memang kita tidak sanggup karena ekonominya juga masih standar. Kita juga mengharapkan dukungan umat dari luar paroki agar percepatan pembangunan gereja ini bisa berjalan baik,” sambungnya.

 

Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah Sumbang 100 Sak Semen

Rencana pembangunan gereja, kata Krispinus, telah dimulai sejak 8 tahun lalu, namun karena dukungan anggaran yang belum tersedia sehingga pekerjaan fisiknya belum dapat terealisasikan.

Hal itu mendorong banyak pihak untuk mendonasikan dana untuk pembangunan gereja. Dana yang terkumpul kurang lebih sudah 1 miliar rupiah dari swadaya umat dan sumbangan dari para donatur. Salah satunya Wakil Bupati Mereka, Fauzun Nihayah yang men dropping 100 sak semen, Sabtu malam (05/09/2026).

“Tadi juga baru diumumkan di gereja ada sumbangan 100 sak semen dari Wakil Bupati Merauke, Ibu Fauzun Nihayah. Yang lalu juga ada umat, kelompok etnis, paguyuban sudah ada yang mengumpulkan waktu misa akulturasi ada yang sumbang uang, semen dan sebagainya,” ujarnya.

Mewakili panitia pembangunan, pastor, dewan paroki dan seluruh umat Paroki Buti, dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Bupati Merauke, Ibu Fauzun Nihayah yang sudah rela menyumbang 100 sak semen untuk mendukung pengerjaan pembangunan gereja.

Baca Juga  Buka Musda Ikatan Keluarga Flobamora, Gubernur Safanpo Ajak Warga NTT Bersatu 

“Kita menyampaikan apresiasi dan Terima kasih kepada Ibu Wakil Bupati Merauke. Semoga menjadi motivasi dan inspirasi bagi yang lain untuk turun menyumbangkan dana bagi penyelesaian gedung gereja kami,” ucap Krispinus Palobo.

“Kita tidak memandang agama dan layar belakang. Namun atas kepeduliannya kita sangat menaruh simpati. Kita akan menerima dengan sukacita siapa pun yang punya hati untuk menyumbang. Bersama pastor paroki, kami terus mendorong seluruh umat untuk berpartisipasi,” pungkasnya. (*)

Penulis/Editor: Hendrik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *