Tercatat 5.688 Gempa Bumi Susulan di Flores-NTT Per 23 Agustus 2026 dan Akan Berlangsung 3-4 Minggu

Bangunan di Pulau Flores yang terdampak Gempa Bumi Tektonik. (Foto Istimewa)

REDAKSI22.COM -Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 5.688 gempa bumi susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026.

Berdasarkan pembaruan data BMKG hingga 23 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan M6,2, sedangkan yang terkecil mencapai M1,1.

“Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 32 gempa memiliki magnitudo 5 atau lebih, sementara 130 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat,” ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam siaran Pers yang dilansir media ini laman BMKG, Minggu (23/08/2026).

Sementara itu, kata Wijayanto, Gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026 terjadi di kawasan Flores Backarc Thrust. Aktivitas gempa susulan tersebar di sekitar sumber gempa dan jalur sesar yang berkaitan dengan sistem Flores Backarc Thrust.

BMKG Stasiun Geofisika Kupang juga memetakan sebaran gempa susulan berdasarkan magnitudo dan kedalaman, termasuk gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer serta gempa dengan kedalaman menengah hingga dalam.

Data sebaran aftershock tersebut menggunakan data topografi GMT Earth Relief, data patahan PUSGEN 2024, data kegempaan BMKG Stasiun Geofisika Kupang, serta data kelurusan sesar dari Badan Geologi Kementerian ESDM.

Menurutnya, gempa susulan terjadi karena proses penyesuaian kerak bumi dan pelepasan sisa energi yang belum habis terpancar saat gempa utama. Bagian patahan bumi yang bergeser memerlukan waktu untuk kembali stabil.

“Proses terjadinya gempa susulan karena sisa energi; gempa utama tidak mampu melepas seluruh energi bumi sekaligus. Penyesuaian batuan: Lapisan batuan di sekitar pusat gempa saling pergesekan dan mencari posisi seimbang yang baru. Kondisi patahan: wilayah patahan yang rapuh atau dangkal sering memicu banyak getaran kecil lanjutan,” terangnya.

Baca Juga  Solidaritas Korban Gempa Flores, Pemuda NTT dan Mahasiswa Timur Cirebon Turun Jalan, Galang Donasi

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.

“Aktivitas gempa susulan ini adalah proses pelepasan sisa energi kerak bumi dan diprediksi stabil kembali dalam 3-4 minggu kedepan. Warga diharapkan tetap tenang dan jangan panik.Pastikan bangunan tempat tinggal anda aman dari kerusakan struktur,” imbaunya. (*)

Penulis/Editor: Hendrik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *