REDAKSI22.COM, MERAUKE – Upacara peringatan Hari Bakti ke-79 TNI Angkatan Udara yang dilaksanakan di Pangkalan Udara (Lanud) Johanes Abraham Dimata (JAD) berlangsung hikmat dipimpin Komandan Lanud JAD, Kolonel Pnb Beny Aprianto di lapangan di lapangan apel Lanud, Rabu (29/07/2029)
Amanat Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) yang dibacakan Komandan Lanud JAD, Kolonel Pnb Beny Aprianto menekankan kepada setiap prajurit untuk mewarisi keberanian dan dedikasi (pengorbanan) yang telah ditanamkan oleh para pendahulunya sebagai jati diri TNI Angkatan Udara dalam menjalankan tugas menjaga keamanan udara dan kelurahan NKRI.
“Kekuatan udara TNI tidak hanya dibangun melalui kemampuan operasi, tetapi juga melalui nilai-nilai pengabdian yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya,” tegas Kolonel Beny membacakan amanat Kasau.
Diingatkan bahwa 79 tahun lalu para pelopor Angkatan Udara melaksanakan serangan udara ke Semarang, Salatiga, dan Ambarawa sebagai wujud tekad mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada hari yang sama, bangsa Indonesia juga kehilangan putra-putra terbaik yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan.
“Peristiwa tersebut kemudian menjadi tonggak lahirnya Hari Bakti TNI Angkatan Udara yang sarat dengan nilai keberanian, ketulusan, dan pengorbanan,” ucapnya.

Menurutnya, setiap generasi memiliki tantangan pengabdian yang berbeda. Jika para pendahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan segala keterbatasan, maka generasi saat ini menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berubah, mulai dari perkembangan teknologi, geopolitik, ancaman siber, perang informasi, hingga operasi multidomain.
Amanat Kasau juga menggarisbawahi bahwa transformasi TNI Angkatan Udara yang telah dicanangkan setahun lalu terus dilanjutkan melalui penguatan organisasi, penyempurnaan doktrin, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia secara terpadu.
“Modernisasi tidak hanya menghadirkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru, tetapi juga harus diiringi kesiapan operasional, sistem yang andal, serta personel yang mampu mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkannya sehingga benar-benar memberikan daya gentar bagi negara,” tekannya.
Selain itu, lanjutnya, kesiapan TNI AU juga harus mencakup berbagai domain, tidak hanya di udara, tetapi juga siber, informasi, spektrum elektromagnetik, hingga antariksa. Karena itu, transformasi harus dilakukan secara menyeluruh guna memperkuat kesiapan TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan wilayah udara dan melaksanakan setiap amanah negara secara profesional.
Ia menambahkan, semangat Hari Bakti terus diwujudkan melalui berbagai tugas TNI AU, baik menjaga kedaulatan wilayah udara, membantu penanggulangan bencana, maupun berkontribusi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.
Mengakhiri amanatnya, Kasau mengajak seluruh prajurit dan aparatur sipil negara di lingkungan TNI Angkatan Udara menjadikan setiap penugasan sebagai kehormatan, setiap perubahan sebagai motivasi untuk terus belajar, serta setiap tantangan sebagai peluang meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Dengan semangat itulah, kita akan terus memberikan bakti terbaik bagi bangsa sebagai wujud bakti TNI Angkatan Udara untuk Indonesia Maju,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






