REDAKSI22.COM, MERAUKE – Lautan kendaraan dari ribuan umat Katolik dari 9 paroki se-Kevikepan Merauke Keuskupan Agung Merauke dengan sukacita mengikuti Pawai Perdamaian Paskah, Minggu malam (05/04/2026).
Pawai Perdamaian itu digelar sebagaimana seruan dari pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV untuk menggaungkan Perdamaian Dunia di tengah krisis kemanusiaan dan ekonomi yang melanda dunia akibat geopolitik global dan pecahnya perang di Timur Tengah.
Pawai Perdamaian Paskah dibuka oleh Uskup Agung Merauke, Mgr Petrus Canisius Mandagi, MSC didampingi para imam bertempat di halaman Pendopo Keuskupan Agung Merauke disambut antusias ribuan umat pengendara roda dua dan roda empat.
Pantauan redaksi22.com, turut dalam kemeriahan Pawai Perdamaian Paskah Bupati Merauke, Yoseph Bladip Gebze dan para imam serta biarawan/i serta umat Katolik yang berasal dari 9 paroki Kevikepan Merauke.
Pawai perdamaian itu diwarnai sukacita umat dengan iringan lagu rohani dan nyanyian Kidung Paskah sepanjang rute yang dilalui dengan start dari halaman keuskupan Jalan Raya Mandala, Jl. Trikora, Jl. TMP Polder, Jl. Brawijaya, Jl. A. Yani, Jl. Martadinata, Jl. PGT, Jalan Raya Mandala dan kembali finis di halaman keuskupan.
Sembilan Paroki itu antara lain Paroki St. Fransiskus Xaverius Katedral Merauke, Paroki St. Yosep Bambu Pemali, St. Theresia Buti, Paroki Salib Suci Gudang Arang, Paroki St. Mikhael Kudamati, Paroki Santa Maria Fatimah Kelapa Lima, Paroki Sang Penebus Kampung Baru, Paroki Kristus Raja Mopah Lama dan Paroki Kristus Raja Damai Nasem.

Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC dalam seruannya menyampaikan ucapan Hari Raya Paskah sekaligus mengajak umat Katolik untuk menjaga dan menciptakan perdamaian baik dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Saya ucapkan Selamat Pesta Paskah. Paskah membawa kita kepada kegembiraan sejati, bukan kegembiraan palsu. Kegembiraan sejati hanya pada kita orang Kristen yang percaya Kristus. Kristus Tuhan sudah bangkit dan mengalahkan kuasa dosa.”
“Kristus datang membawa perdamaian di dalam hati dan perdamaian antar kita, tidak gampang. Kita harus menciptakan perdamaian. Kita berharap dengan pawai ini melambangkan kita tidak sendiri. Kita semua berjalan bersama menuju Kristus yang membawa damai sejati. Sejalan dengan seruan Paus Leo XIV, kita harus berdoa untuk perdamaian di Timur Tengah dan di sekitar kita, Merauke dan seluruh Papua Selatan,” pesan Uskup. (*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






