Puluhan Bocah di Kimaam Merauke Terjangkit Diare dan Muntaber, Penyebabnya Belum Diketahui

Para orangtua dan bocah saat didata oleh Bhabinkamtibmas Kimaam Aiptu Bawa Santosa. (Foto Istimewa).

REDAKSI22.COM – Puluhan bocah di Kimaam Kabupaten Merauke terserang wabah diare. Penyebab pasti belum diketahui. Para pasien diare menjalani perawatan medis di rumah sakit dan Puskesmas setempat menunggu penanganan lebih lanjut.

Pemerintah Kabupaten Merauke meminta Dinas Kesehatan untuk mengecek penyebab kasus diare yang menyerang lebih dari 20 warga, sebagian besar anak dan balita, di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah mengatakan bahwa pemerintah daerah menerima informasi tersebut dari Kepala Distrik Kimaam pada Selasa malam. Setelah menerima laporan itu, Pemkab meminta Dinas Kesehatan Merauke segera berkoordinasi dengan puskesmas terdekat untuk memastikan kondisi warga yang terdampak.

“Semalam masyarakat sudah sampaikan melalui Pak Distriknya. Kita memang baru minta dari dinas kesehatan untuk mengecek betul apa yang menjadi penyebabnya,” ujar Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah kepada wartawan, Rabu (07/10/2026).

Wabup menyebut pemerintah juga mendapat informasi mengenai persoalan air dan sanitasi di wilayah tersebut. Namun, pemerintah belum memastikan persoalan tersebut sebagai penyebab kasus diare dan masih menunggu pemeriksaan dari Dinas Kesehatan setempat.

“Informasi yang kami peroleh juga berkaitan dengan persoalan air di sana, terkait sanitasi. Tapi kami sudah minta dinas untuk mengecek penyebab pastinya, dan segera melakukan penanganan dan pencegahan,” tutur Fauzun Nihayah.

Namun menurut Wabup, persoalan ketersediaan air bersih merupakan hal yang perlu menjadi perhatian bersama, tidak hanya di Kimaam tetapi juga di wilayah lain.

“Kalau air ini kan memang hampir semua, tidak hanya di pulau saja. Kita ini juga sama. Ini menjadi perhatian kita bersama kalau soal air,” tegasnya.

Ia menambahkan pemerintah daerah setempat juga akan mengecek kembali kebutuhan masyarakat di Kimaam, termasuk memastikan ketersediaan obat-obatan untuk penanganan pasien.

Baca Juga  Dugaan Penimbunan BBM di Merauke, Wakil Bupati Tegaskan Bakal Cabut Izin Operasi Pengusaha 'Nakal'

“Kita baru mau koordinasi dengan Dinas Kesehatan juga untuk memastikan ketersediaan obat di sana, termasuk penanganan dan pencegahan,” ucapnya.

Wabup Merauke mengajak masyarakat Merauke untuk tetap menjaga kebersihan dan mengupayakan konsumsi air bersih, meski di tengah krisis ketersediaan air bersih di musim kemarau.

“Saya mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan dan tetap mengonsumsi air, diupayakan minum air bersih,” imbaunya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Bhabinkamtibmas Kampung Kimaam, Aiptu Bawa Santosa pada Rabu (07/10/2026), lebih dari 20 pasien mengalami diare dan muntaber. Para pasien tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit dan Puskesmas Pratama Kimaam, dengan sebagian besar di antaranya merupakan anak usia balita.

Aiptu Bawa Santosa juga mengimbau orangtua segera membawa anak ke Puskesmas atau Rumah Sakit Pratama Kimaam apabila mengalami buang air besar secara terus-menerus atau menunjukkan gejala diare.

Warga diminta tidak memberikan obat-obatan tradisional atau melakukan pengobatan sendiri kepada anak tanpa pemeriksaan tenaga medis. Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. (*)

Penulis/Editor: Hendrik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *