Gubernur Papua Selatan Ajak Masyarakat Doakan Korban Gempa NTT

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dan gambar puing bangunan korban gempa bumi di Flores NTT. (Ist)

REDAKSI22.COM, MERAUKE- Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengajak masyarakat mendoakan para korban bencana gempa bumi tektonik yang terjadi di Flores Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026 lalu.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Apolo Safanpo pada malam Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Swiss-belHotel Merauke, Senin (17/8/2026) malam.

Gubernur Safanpo menaruh keprihatinan mendalam atas musibah kemanusiaan yang menimpa warga Flores NTT dua hari menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI.

“Marilah kita juga mendoakan saudara-saudara kita di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang beberapa waktu lalu mengalami musibah,” ajak Gubernur Apolo Safanpo dalam sambutannya.

Gubernur Papua Selatan mendoakan para korban kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, ketabahan dan kemampuan kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk bangkit kembali, membangun daerah di tengah keterpurukan.

“Semoga saudara-saudara kita di NTT bisa bangkit kembali membangun daerahnya dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur sesuai dengan cita-cita luhur bangsa kita,” doanya.

Informasi yang diperoleh, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT pada Sabtu 15 Agustus 2026 pagi. Hotel dan fasilitas di Labuan Bajo Manggarai Barat rusak parah akibat guncangan gempa.

BMKG awalnya mencatat gempa bermagnitudo 7,0 yang terjadi pukul 05.58 WITA, lalu memperbarui kekuatannya menjadi M7,7. Warga Labuan Bajo dilaporkan panik dan berhamburan ke luar rumah saat guncangan terasa kuat.

Hingga Senin sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 68 orang korban jiwa yang terdampak.

Korban jiwa tersebut berasal dari Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo sebanyak 8 jiwa.

Baca Juga  Naas, Pria Pengendara Motor Beat Tertusuk Besi Muatan Truk di Jalan Ndorem Kai Merauke

Selanjutnya, Kabupaten Sikka 4 jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat 2 jiwa, dan Kabupaten Ngada 2 jiwa. Selain korban jiwa, BNPB juga mendata bahwa terdapat 213 orang yang mengalami luka-luka. (*)

Penulis: Hendrik

Editor: Hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *