REDAKSI22.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan kembali mengadakan hari Safari Ramadhan 1447 H yang memasuki hari kedua bertempat di Masjid Attaqwa Kampung Wonorejo Distrik Kurik Kabupaten Merauke, Rabu (25/02/2026).
Di hari kedua ini, Pemprov Papua Selatan menyantuni dana pembangunan masjid senilai Rp. 100 juta yang diterima langsung oleh Pengurus Kesejahteraan Masjid (PKM) Attaqwa dan juga membagi 500 bingkisan paket sembako kepada masyarakat serta berbuka puasa bersama.
Dalam momen tersebut, Gubernur Apolo Safanpo didampingi Ketua DPRP Papua Selatan, Heribertus S. Silubun, Ketua MUI Papua Selatan, Abdu Awal Gebze, Ketua PWNU Papua Selatan, KH Muhammad Arifin, Anggota DPD RI, Sularso, Anggota DPRP Papua Selatan, Charles Gomar, Anggota DPRP Papua Selatan, Susanti dan seluruh Forkopimda serta tamu undangan.
Pantauan redaksi22.com, ratusan umat Muslim dan warga Distrik Kurik hadir memenuhi halaman Masjid Attaqwa Wonorejo, dalam rangka mengikuti Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Papua Selatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Apolo Safanpo mengingatkan bulan suci Ramadhan perlu dimaknai sebagai momentum pengendalian diri, bermati-raga, menahan hawa nafsu dan godaan dunia yang menjadikannya sebagai sumber dosa.
“Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan saat di mana kita berupaya mengendalikan diri dari berbagai sumber dosa. Dosa dari dalam diri kita yakni keinginan daging dan dosa dari luar, yakni pengaruh lingkungan sosial yang memaksakan diri kita melebihi kemampuan,” kata Gubernur Safanpo.
“Kalau kita lihat tetangga punya motor, kita juga paksa keluarga kita, kita juga harus punya motor. Kita lihat tetangga kita punya televisi, kita juga harus punya. Kita memang serakah melebihi batas kemampuan kita. Keinginan berlebihan yang dipicu faktor internal dan eksternal dapat melahirkan kesombongan hati.”
“Kesombongan hati ini kita sering memegahkan diri, merasa diri kita lebih hebat dari orang lain. Kita punya ilmu yang lebih tinggi dari orang lain, punya kemampuan yang lebih hebat dari orang lain, kita punya hak yang lebih dari orang lain membuat diri kita itu jauh dari sesama kita dan jauh dari Tuhan kita,” bebernya.
Ia mengajak umat Muslim agar selama bulan suci Ramadan dapat memulihkan relasi dengan diri sendiri, sesama dan Tuhan Yang Maha Kuasa dengan cara berpuasa, berdoa (shalat) lima waktu dan memberikan sedekah kepada orang kecil atau kaum duafa yang kurang mampu secara ekonomis.
“Selama bulan suci Ramadhan, kita harus pulihkan hubungan dengan diri kita dengan sesama kita dan Sang Khaliq dengan cara berpuasa sebagai bentuk pengendalian diri. Kedua, memperbaiki hubungan sosial dengan bersedekah. Ketiga, memperbanyak doa,” imbuhnya.
“Berbanyak doa, doa itu kita berkomunikasi dengan yang maha kuasa sambil berpasrah diri dan mengakui bahwa kita ini tidak ada artinya di hadapan yang maha kuasa. Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang juga berdampak hingga ke tingkat kampung, pemerintah tetap hadir untuk melayani masyarakat,” tandasnya. (*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






