REDAKSI22.COM, MERAUKE –Ratusan warga dari beragam etnis dan paguyuban Nusantara yang berdiam di Kabupaten Merauke dan sekitarnya sangat antusias menggelar pawai atau karnaval budaya, Sabtu (07/02/2026).
Pawai atau karnaval budaya diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-124 Kota Merauke yang puncak acaranya akan diperingati di halaman Kantor Bupati Merauke, Kamis (12/02/2026).
Pantauan media ini, antusias masyarakat Kota Merauke tinggi menyaksikan pawai budaya. Hal itu terlihat dari tumpah ruahnya warga memadati ruas jalan utama yang dilintasi peserta karnaval, dimulai dari garis start di depan Markas Kodim 1707/ Merauke di Raya Mandala, Jalan Ahmad Yani dan berakhir di Jalan Brawijaya di depan Kantor Bupati Merauke.
Peserta karnaval budaya tercatat sebanyak 43 kelompok etnis Nusantara dan organisasi masyarakat yang hadir di Kota Merauke. Etnis yang terlibat dalam karnaval mengenakan pakaian adat dari masing-masing daerahnya yang diawali beberapa kelompok etnis Marind, yang merupakan pemilik negeri.

Selanjutnya, melintas kelompok etnis dari Kabupaten Mappi dan Asmat. Lalu, etnis dari berbagai daerah lainnya yang tinggal di Kota Merauke, di antaranya Keluarga Besar Kerukunan Kabupaten Biak Numfor, kerukunan keluarga Batak. Kemudian, Himpunan Keluarga Jawa, Sunda, dan Madura (HKJSM) di Papua Selatan dan Keluarga Besar Sulawesi Utara, Toraja, Flobamora, Minang dan sebagainya.
Hampir semua etnis kelompok peserta membentangkan spanduk di depan mobil pickup bertuliskan ucapan ulang tahun ke-124 Kota Merauke. Beragam lagu daerah mengiringi masing-masing stan daerah menggema dari speaker dan pengeras suara di dalam mobil pickup masing-masing etnis.
Karnaval dibuka secara resmi oleh Bupati Merauke, Yoseph B Gebze yang didampingi Wakil Bupati Fauzun Nihayah, Sekda Merauke Yeremias R Ndiken. Selanjutnya, Ketua DPR Provinsi Papua Selatan, Heribertus Silfinus Silubun dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) baik Kabupaten Merauke maupun Provinsi Papua Selatan.
Dalam sambutan, Bupati Yoseph Gebze mengajak seluruh warga Merauke untuk bersyukur kepada Tuhan atas segala capaian keberhasilan pembangunan di daerah yang sudah berusia satu seperempat abad lebih ini.
Bupati Yoseph mengundang masyarakat Merauke untuk meningkatkan silaturahmi dan rasa persatuan di tengah keanekaragaman suku bangsa, agama, adat istiadat, ras dan golongan.
“Sesuai dengan moto Kabupaten Merauke “Izakod Bekai Izakod Kai” (Satu Hati Satu Tujuan), mari kita saling bergandengan tangan mempererat rasa persaudaraan dan persatuan di tengah-tengah perbedaan. Mari kita bangun Merauke dalam semangat kebersamaan, “ ajak Bupati dalam momen pembukaan.
Yosep Gebze menyebut rasa persatuan dan persaudaraan dapat ditunjukkan melalui semangat membangun Merauke dengan kekayaan dan keragaman suku bangsa dari Sabang sampai Merauke.
“Untuk itu, momentum ini diberikan ruang sebebas-bebasnya kepada semua etnis untuk ikut berpartisipasi. Perlu diperhatikan bahwa Merauke istana cinta damai, cinta kasih, persaudaraan di Nusantara,” kata Yoseph.
“Saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang mendiami bumi Animha, mari jaga dan rawat kota ini, perhatikan berbagai hal yang perlu dilakukan di atas tanah ini,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






