Gubernur Safanpo Beri Motivasi Dosen OAP di Papua Selatan Berinovasi Sebagai Ilmuwan

REDAKSI22.COM, MERAUKE – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo memberikan motivasi dan dorongan bagi para dosen Orang Asli Papua (OAP) di wilayah Papua Selatan daerah untuk mengembangkan dan berperan aktif sebagai ilmuan dalam berinovasi.

“Dosen asli Papua Selatan jangan hanya terlibat dalam pelayanan dan pengabdian sebagai aparatur di bidang pemerintahan atau sebagai politisi. Tetapi desen harus aktif berperan sebagai ilmuan dalam berinovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni,“ kata Safanpo pada Kongres ke- I Ikatan Dosen Asli Papua Selatan (IDAPS) di Aula Kantor Bupati Merauke, Senin (15/06/2026).

Kongres ke- I Ikatan Dosen Asli Papua Selatan (IDAPS) tersebut mengusung tema “memperkuat peran dosen asli Papua Selatan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.”

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiasi yang sudah dilakukan oleh adik-adik dosen, Ini sangat penting bagi pengembangan keilmuan anak-anak asli Papua Selatan kedepan,” ujarnya.

Gubernur Safanpo berharap kongres para dosen orang Asli Papua ini menghasilkan output evaluasi terhadap kinerja dosen orang asli Papua yang sudah dilakukan belakangan ini. Dengan demikian para dosen dapat merumuskan program kerja untuk pengembangan sumber daya manusia asli Papua kedepannya.

“Melalui kongres ini juga mungkin akan memilih pengurus yang baru. Semoga seluruh kegiatan berjalan dengan aman, lancar, tertib dan sukses,” harapnya.

Dosen, kata Gubernur, adalah pendidik profesional dan ilmuan, berbeda dengan guru pada umumnya. Dosen bertugas mengembangkan, mentransformasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi serta seni kepada seluruh masyarakat di manapun dia berada.

“Ada tiga kewajiban yang dilaksanakan dosen, pertama pendidikan dan pengajaran, kedua, penelitian dan ketiga pengabdian kepada masyarakat,” ucapnya.

“Itu yang membedakan dosen dari guru. Kalau guru itu tenaga pendidik, kalau dosen ilmuan yang punya tugas mengembangkan ilmu, cara mengembangkannya bagimana, dia harus melakukan riset,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi berkomitmen mendukung ikatan dosen asli Papua Selatan. Sebagai bentuk komitmen, Gubernur Apolo bakal memberikan bantuan dana senilai Rp100 juta.

Sekedar informasi, Kongres ke- I Ikatan Dosen Asli Papua Selatan (IDAPS) sekaligus memilih pengurus itu berlangsung selama dua hari yakni Senin-Selasa 15-16 Juni 2026. (*)

Penulis: Hendrik

Editor: Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *