REDAKSI22.COM, MERAUKE – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Selatan menggelar kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pendidikan dan Latihan Daerah (Diklatda) Forum Bisnis Daerah (Forbisda) selama 2 hari di Hotel Halogen Merauke, 18-19 Mei 2026.
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pendidikan dan Latihan Daerah (Diklatda) Forum Bisnis Daerah (Forbisda) dihadiri oleh Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI dan Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI dari empat kabupaten se-Papua Selatan (Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digoel) dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, Senin (18/05/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengajak pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk membuka peluang usaha di daerah dan tidak hanya mengandalkan proyek-proyek APBN dari pemerintah pusat maupun proyek-proyek APBD dari pemerintah daerah.
“Rekan-rekan pengusaha muda, saya minta melihat peluang usaha yang ada di berbagai sektor di daerah. Itu akan lebih baik dari pada kita hanya mengandalkan proyek-proyek pemerintah, karena aktivitas ekonomi rakyat itu jauh sebelum pemerintah ada,” kata Gubernur Apolo Safanpo.
“Proyek-proyek pemerintah itu sangat terbatas. Apalagi saat ini kita diperhadapkan dengan kebijakan efisiensi anggaran. Sementara jumlah pengusaha itu sangat-sangat banyak. Kalau hanya kita mengandalkan proyek dari pemerintah, pengusaha tidak bisa eksis. Oleh karena itu konstruksikan peluang-peluang usaha pada semua sektor,” ujar Gubernur.
Gubernur Safanpo juga meminta pengusaha muda di Provinsi Papua Selatan untuk mendorong dan melibatkan orang asli Papua (OAP) dalam berbisnis.
“Saya mengajak rekan-rekan pengusaha muda melibatkan saudara-saudara kita orang asli Papua. Kita orang Asli Papua tak mempunyai naluri dan jiwa bisnis karena lebih besar naluri dan jiwa sosialnya,” ucapnya.
“Kita ini (orang asli Papua) dimanja oleh alam yakni ada sagu di hutan, ikan disungai dan laut, semuanya ada, sehingga naluri dan jiwa usahanya rendah. Anak muda asli Papua harus diajak untuk menjadi pengusaha sesuai dengan wilayah ekologinya. Orang bijak mengatakan jangan mengajari ikan tentang memanjat pohon, karena bukan habitatnya,” kata Gubernur.
Ia menegaskan, HIPMI harus memetakan dengan baik potensi setiap wilayah, sumber daya manusia (SDM) agar supaya pendekatan yang dilakukan tepat, sehingga bisa menjadi penerus dan menjadi pelaku pembangunan secara khusus di dunia usaha saat ini dan dimasa mendatang.
“Saya kira HIPMI Papua Selatan bisa melakukan itu,dan bisa mampu melewati tantangan yang ada,” pesannya. (*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






