Pemprov Serahkan Sapi Bantuan Presiden, Sunarjo Ingatkan Distribusi Daging Qurban Tepat Sasaran

REDAKSI22.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menyerahkan sapi bantuan dari Presiden Prabowo Subianto di Rumah Potong Hewan (RPH) Merauke, Selasa (26/5/2026) sore.

Gubernur Apolo Safanpo melalui Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Selatan Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sunarjo memberikan penegasan agar distribusi daging qurban agar tepat sasaran.

“Bantuan kemasyarakatan ini adalah dari Presiden Prabowo Subianto berupa sapi qurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 H yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 besok,” ujar Sunarjo.

Ia mengajak umat muslim bersyukur atas segala nikmat yang dianugerahkan. Hakikat dari hewan qurban itu sendiri adalah fungsi sosial yakni kepekaan dan solidaritas kepada kaum kecil yang terhimpit secara ekonomis.

“Fungsi sosial karena bagaimana memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita yang ekonominya lemah, yang tidak pernah beli daging pada waktu idul qurban itu diberikan untuk menikmati bagiannya,” tegas Sunarjo.

“Bagi yang sudah biasa membeli daging, jika ikut menerima atau meminta, maka sangat keterlaluan. Tetapi mereka yang belum pernah membeli daging mari kita memberikan kesempatan,” tegasnya.

Sunarjo menyebut penerima utama daging qurban adalah mereka yang kurang mampu. Menurutnya tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto memberikan bantuan enam ekor sapi qurban di RPH.

“Sebelumnya, pagi tadi Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Politik, Agung Dwi Ariyanto mewakili Gubernur Apolo juga telah menyerahkan 17 ekor sapi dari presiden secara simbolis kepada Ketua PKM Masjid Raya Al-Aqsha Merauke,” sebutnya.

Sunarjo menyebutkan bahwa berbicara tentang hewan qurban, ada etika penyembelihan termasuk penyembelihan rutin di RPH ada namanya juru sembelih halal (Juleha).

Namun sepengetahuannya baru satu Juleha di RPH, untuk itu ia meminta kepada Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze kalau bisa Juleha di RPH ditambah lebih dari satu orang.

“Karena Juleha ini ada sertifikatnya, kalau berkaitan dengan RPH dan Rumah Potong Unggas (RPU), itu timnya mahal,” ujarnya.

Melalui momentum itu, Sunarjo meminta kepada Dinas Peternakan Provinsi Papua Selatan maupun kabupaten, mendatangi para peternak sapi guna mengecek hewan qurban terbaik jauh hari sebelum hari raya yakni dua tahun sebelumnya. “Jangan sampai mendadak baru dicek ke para peternak yang ada,” tukasnya. (*)

Penulis: Hendrik

Editor: Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *