Wagub Imadawa Minta Masyarakat Boven Digoel Pelihara Toleransi Umat Beragama

REDAKSI22.COM, TANAH MERAH – Wakil Gubernur Papua, Selatan, Paskalis Imadawa meminta masyarakat Boven Digoel khususnya umat Muslim untuk memelihara dan meningkatkan toleransi dan silaturahmi antar umat beragama di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah.

Wagub Paskalis Imadawa menyampaikan hal itu ketika mengunjungi jemaat Masjid Attaqwa di Jalan Trans Irian, Tanah Merah, Boven Digoel, Rabu (04/03/2026) dalam momen Safari Ramadhan yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Selatan.

Wagub Paskalis Imadawa menekankan, nilai-nilai toleransi harus ditanamkan kepada seluruh umat beragama baik Muslim, Nasrani, Hindu, Budha maupun Konghucu, sehingga tercipta kerukunan hidup dan kedamaian di Kabupaten Boven Digoel.

“Nilai-nilai toleransi yang saya tekan di sini adalah keterlibatan salah satu agama untuk menciptakan keharmonisan hidup dan kedamaian dalam setiap momen keagamaan maupun hari raya agama lain,” kata Wagub Imadawa.

Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa menyalami umat Muslim di Masjid Attaqwa Tanah Merah, Boven Digoel.pada momen Safari Ramadhan. (Foto: Hendrik)

“Nah, sekarang ini biasa di hari raya Lebaran maupun Natal keterlibatan dari agama-agama sahabat itu minum sekali. Kita juga mau agar ketika ada hari raya agama Islam, kita dari Katolik juga harus turut serta berpartisipasi dalam hal mengamankan, begitupun sebaliknya,” sambungnya.

Nilai-nilai toleransi tersebut, lanjutnya, harus dijaga dan dikembangkan, sehingga kedamaian bisa terpelihara. Tidak perlu ada isu sara dan rasis, karena dapat merusak bangunan kerukunan hidup di alam demokrasi.

“Pentingnya toleransi saat ini, kalau ada nilai-nilai intoleran mulai masuk harus halau dan perangi bersama. Jangan kita biarkan suasana kedamaian itu dinodai atau tercoreng karena adanya provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Wagub.

Ia mengharapkan pihak keamanan untuk menindak tegas hal-hal yang menjadi pemicu tindakan kekerasan atau anarkisme yang merusak dan melunturkan nilai-nilai kedamaian hidup di antara umat beragama dan lingkungan sosial.

“Miras misalnya, ini yang kadang-kadang menjadi penyebab aksi kriminal, kekerasan dan kerawanan sosial. Apalagi di bulan suci Ramadhan, hal-hal ini yang seharusnya diberantas dan diperangi bersama, karena bisa memicu kekacauan yang mengganggu jalannya ibadah puasa umat Muslim,” tukasnya.

“Orang mau pergi shalat subuh dari rumahnya yang dari masjid tiba-tiba di jalan diganggu orang mabuk, tentu ini yang sangat meresahkan. Saya minta miras yang menjadi pemicu keresahan ini harus kita berantas bersama. Tentu ini tidak hanya menjadi tugas pihak keamanan,” tandasnya.(*)

Penulis: Hendrik

Editor: Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *