REDAKSI22.COM,JAYAPURA – Suasana mencekam pecah di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, usai laga play-off perebutan tiket Super League antara Persipura Jayapura versus Adhyaksa FC Jumat petang (08/05/2026).
Kericuhan terjadi akibat tim tuan rumah Persipura Jayapura gagal melaju kasta tertinggi sepak bola nasional, setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Adhyaksa FC dan dipastikan gagal melangkah ke kasta tertinggi sepak bola nasional.
Ribuan suporter yang kecewa langsung meluapkan emosi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Situasi stadion berubah chaos ketika flare dan botol kemasan air mineral mulai dilempar ke arah tribun penonton serta area tim lawan.
Ratusan suporter kemudian merangsek masuk ke area lapangan. Massa terlihat merusak sejumlah fasilitas pertandingan, termasuk bench pemain dan beberapa perangkat di sekitar lapangan.
Kekecewaan suporter disebut memuncak akibat keputusan wasit yang dianggap Kontroversial karena tidak melakukan pengecekan Video Assistant Referee (VAR) dalam momen krusial pertandingan.
Petugas kepolisian yang berupaya mengevakuasi pemain dan ofisial Adhyaksa FC juga menjadi sasaran lemparan botol dan kaleng dari arah tribun.
Sebagian massa bahkan terlihat membawa balok kayu panjang untuk menghancurkan fasilitas stadion, termasuk kaca pintu masuk menuju lapangan pertandingan.
Di tengah kekacauan, sejumlah flare dinyalakan hingga membuat Stadion Lukas Enembe dipenuhi kabut asap. Sebagian suporter lainnya tampak berlari mengelilingi lapangan sambil membentangkan bendera Bintang Kejora.
Aparat keamanan kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan masda dan mengendalikan situasi. Kepulan asap sempat membuat panik dan sesak para penonton yang berusaha keluar dari tribun stadion.
Meski kericuhan berlangsung cukup lama, beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Penyebab awal provokasi yang memicu kerusuhan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (*)
Penulis: Tri
Editor: Hen






