Diskusi dengan Gubernur Safanpo, Masyarakat Suku Jew Minta Pemekaran Wilayah Asmat Tengah

REDAKSI22.COM, ASMAT – Pendekatan pelayanan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat yang sering terkendala medan dan topografis yang sulit mendorong masyarakat adat Jew Kampung Yaisiu, Distrik Atsj mengutarakan niatnya sucinya kepada Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo saat bertemu langsung dengan warga di Rumah Adat Suku Jew, Kampung Yaisiu, Asmat Selasa (03/03/2026).

Masyarakat adat meminta pemekaran wilayah Kabupaten Asmat Tengah sebagai sebuah terobosan guna memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintahan dan membuka keterisolasian wilayah.

“Bapak Gubernur, kami minta agar wilayah kami di Kabupaten Asmat yang luas ini dimekarkan menjadi wilayah Asmat Tengah. Kami kesulitan dalam menerima pelayanan karena akses ke wilayah ibukota kabupaten yang sangat susah melewati sungai, kali dan rawa,” ujar salah satu warga masyarakat adat Jew saat diskusi dengan Gubernur Apolo Safanpo.

Dialog hangat masyarakat adat Suku Jew dengan Gubernur Apolo Safanpo berlangsung setelah Gubernur membuka diskusi dengan menggunakan bahasa daerah Asmat dan menyapa masyarakat dan tua-tua adat yang mengikuti di dalam rumah adat Suku Jew.

Usai membuka, Gubernur Safanpo menyampaikan pesan pembangunan terkait efisien anggaran sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan program pemerintah pusat saat ini.

Di sesi diskusi, masyarakat juga mengeluhkan pelayanan listrik negara yang belum total. Masyarakat meminta agar Perusahaan Listrik Negara (PLN) bisa menyalakan lampu selama 24 jam.

“Mengingat, saat kini mereka hanya menikmati nyala lampu dari PLN selama 12 jam, untuk itu diminta agar lampu dinyalakan selama 24 jam,” ujar seorang warga.

Selain masalah listrik, masyarakat adat Jew juga mengeluhkan jaringan Telkomsel yang agak lelet/lambat. Mereka meminta agar kapasitasnya dinaikkan agar lebih cepat mengakses informasi melalui internet.

Masyarakat juga mengajukan permintaan terkait sarana dan prasarana (sapras) pelayanan kesehatan dari puskesmas setempat, termasuk ruang bersalin agar difasilitasi.

Usai diskusi, Apolo bersama masyarakat bermain musik tradisional setelah keluar dari rumah adat Jew di Kampung Yaisiu persis di pinggir kali Bets, Distrik Atsj dan menyanyikan lagu berjudul Bumbunya ciptaan Apolo Safanpo. (*)

Penulis: Hendrik Resi

Editor: Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *