Warga 8 Kampung Binaan PT. BIA Diberdayakan di Bidang Ekonomi dan Kesehatan

REDAKSI22.COM, MERAUKE – Delapan (8) kampung binaan PT. Bio Inti Agrindo (BIA) diberdayakan di bidang ekonomi dan kesehatan sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat terhadap masyarakat.

Operasional Manager ECCDP PT. Bio Inti Agrindo (BIA), Renate R.T. Rahar, S. Sos menyebutkan program pemberdayaan PT. BIA terhadap masyarakat sekitar mencakup sektor pertanian, kesehatan dan pendidikan, dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

“Program-program dalam pemberdayaan masyarakat yang saat ini sedang berjalan di delapan kampung sekitar areal perusahaan, ungkap Rente kepada wartawan saat visitasi perusahaan bersama awak media di Kampung Boha, Distrik Mutung, Rabu, (26/11/2025)

Menurut Renate, pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi dilakukan dengan mengembangkan komoditas yang sudah dimiliki. Salah satunya adalah tanaman lada milik seorang kepala keluarga yang telah menanam 99 pohon di pekarangan rumah.

“Kami hanya melanjutkan apa yang sudah ada. Masyarakat mengusulkan penambahan tanaman lada, dan kami membantu menyediakan peralatan seperti poker dan perlengkapan lainnya. Pengelolaannya tetap dilakukan oleh masyarakat, sementara hasilnya ke depan bisa dijual ke areal perusahaan atau ke Merauke,” jelas Renate.

Selain lada, lanjutnya, PT Bio Inti Agrindo (BIA) juga terus memfasilitasi pengembangan berbagai tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran, kacang hijau, kacang panjang, hingga sawi. Program ini dirancang dalam jangka pendek, menengah, dan panjang sesuai kebutuhan masyarakat.

Di sektor kesehatan, sebut Renate, perusahaan menjalankan program penurunan angka stunting melalui kegiatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemberian makanan tambahan bagi bayi, balita, dan ibu hamil.

Renate mengatakan, di bidang pendidikan bahwa perusahaan melaksanakan program baca, tulis dan hitung (calistung) dalam rangka menurunkan angka buta huruf di kampung-kampung sekitar perusahaan.

Ia menambahkan, perkembangan program perkebunan karet milik masyarakat. Minggu lalu, pihaknya mencatat hasil panen sebanyak 542 kilogram karet yang sementara ini disimpan dan menunggu pengiriman dalam jumlah lebih besar.

“Karet ini sebenarnya sudah lama ada di kampung. Kami melihat ada potensi hasil yang bisa dijual untuk menambah pendapatan keluarga. Karena itu, kami bekerja sama dengan pembeli untuk menampung hasil sadap masyarakat,” lugasnya.

Renate juga menjelaskan bahwa mekanisme pemasaran dilakukan dengan sistem pembelian langsung. Masyarakat yang menyadap karet akan dibayar sesuai jumlah hasil yang diperoleh.

“Misalnya masyarakat mendapatkan 10 kilogram, maka 10 kilogram itu langsung dibeli dan dibayarkan. Kami juga sudah menyiapkan pengumpul yang berperan membeli hasil dari masyarakat,” ucapnya.

“Peralatan sadap karet telah disalurkan ke delapan kampung, yakni Kampung Kindiki, Boha, Muting, Selil, Wan, Kolam, Selou, dan Paha wilayah yang berada di area perusahaan serta berbatasan dengan Suaka Margasatwa Danau Bian,” tandasnya. (*)

Penulis: Hendrik

Editor: Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *