REDAKSI 22.COM, MERAUKE – PT. Bio Inti Agrindo (BIA) yang berlokasi di Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua Selatan telah banyak berkontribusi dalam membuka peluang ekonomi masyarakat lokal khususnya orang asli Papua (OAP) dalam peningkatan kesejahteraan.
Salah satu wujud nyata peningkatan kesejahteraan terhadap masyarakat lokal yang diterapkan PT. BIA adalah program plasma sawit yakni perkebunan kelapa sawit yang disediakan perusahaan bagi warga sekitarnya. Plasma dirancang dengan tujuan memberdayakan masyarakat sekitar perkebunan untuk turut menikmati hasil kebun dan mengangkat perekonomian.
“Kami berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasi kami, dengan meluncurkan skema plasma sejak 2021. Di bawah skema plasma ini, kami telah alokasikan 6.867 hektar lahan yang dikelola petani lokal. Saat ini kebun plasma menjadi bagian integral dari basis pasokan kami,” ujar Manager Plasma PT BIA, Theo Alex Ohoitaur kepada awak media saat visitasi ke kantornya, Selasa (24/11/2025).
Theo menjelaskan, tim perkebunan plasma PT. BIA terdiri dari personel yang terlatih penuh dan petani dari komunitas lokal yang secara aktif terlibat dalam perkebunan plasma. Perusahaan tetap berkomitmen penuh untuk mendukung pengoperasian sistem plasma secara efektif dengan menyediakan peralatan, bahan, dan program pelatihan yang komprehensif.
“Model ini diterapkan untuk memastikan pengelolaan perkebunan yang baik sekaligus mendorong pengembangan kapasitas di antara petani melalui inisiatif pelatihan yang terarah,” ujarnya.
“Selain pelatihan, kami juga memberikan bantuan secara berkelanjutan pengembangan dan pemeliharaan terhadap perkebunan, dengan panduan ahli kepada petani plasma kami. Ini mencakup integrasi praktik pertanian berkelanjutan dan Praktik Pertanian Baik (GAP), yang mencerminkan komitmen kami yang teguh untuk menjaga operasi yang sepenuhnya berkelanjutan,” jelasnya.

Plasma memasok 10O persen Tandan Buah Segar (TBS) ke PT BIA. Selain itu, plasma kami juga telah mendapatkan sertifikasi ISPO, RSPO, ISO 45001:2018, ISCC EU, dan CORSIA. Jumlah karyawan Plasma per Desember 2023 berjumlah 613 orang dengan TBS yang dihasilkan sebesar 120,298,220 ton yang seluruhnya disuply 100 persen ke Pabrik di PT Bio Inti Agrindo
Program kemitraan plasma yang dijalankan PT Bio Inti Agrindo (BIA) semakin menunjukkan dampak signifikan bagi marga pemilik ulayat di Merauke. Melalui Koperasi Mandob Sejahtera, kebun plasma seluas 6.867,69 hektare kini menjadi penggerak ekonomi lokal, mulai dari stabilnya produksi sawit hingga penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Skema plasma adalah kewajiban perusahaan sesuai UU No. 39 Tahun 2014, yang mensyaratkan minimal 20 persen dari total HGU menjadi swakelola masyarakat. Semua areal plasma dikelola penuh oleh masyarakat melalui koperasi. Peran kami memastikan pendampingan teknis dan menjaga produktivitas tetap stabil,” kata Theo Alex Ohoitaur.
Dalam perkembangan, lanjut Theo, produksi sawit terus menunjukkan kestabilan dan kompetitif. Data produksi plasma menunjukkan capaian yang tetap berada pada level tinggi.
Produksi total per tahun 2023 mencapai 120.855 ton, 2024 mencapai 118.180 ton dan 2025 hingga Oktober mencapai 107.843 ton dengan rincian produktivitas per hektare per tahun 2023: 25,96 ton/ha, 2024 mencapai 25,38 ton/ha dan 2025: 23,16 ton/ha (data sementara).
“Produktivitas tahun 2025 masih akan berubah karena baru dihitung hingga Oktober. Produktivitas 23–26 ton per hektare itu masuk kategori baik secara nasional dan sesuai standar keberlanjutan,” sebutnya.
Salah satu pencapaian penting kebun plasma adalah keberhasilan meraih dua sertifikasi keberlanjutan yakni ISPO (2019) dan RSPO (2021). Dengan sertifikasi ini, kebun plasma Mandob Sejahtera diakui memenuhi standar nasional dan internasional.
“Sertifikasi ini membuktikan bahwa masyarakat mampu mengelola kebun sesuai standar tinggi. Kami tetap mendampingi, tetapi warga masyarakat yang menjalankan. Namun area high conservation value (HCV) di kawasan plasma merupakan zona sakral/adat yang wajib dilindungi dan tidak boleh dibuka,” tegasnya.

Theo menuturkan, manfaat ekonomi plasma sawit mengalir langsung ke warga. Dalam tiga tahun terakhir, program plasma PT BIA terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi marga ulayat dengan sistem pembayaran dirancang yang transparan, dengan pencairan CPCL setiap bulan langsung ke rekening masing-masing penerima plasma. Selain itu, Sisa Hasil Usaha (SHU) dibagikan setiap tiga bulan melalui mekanisme transfer langsung.
“Ini manfaat langsung. Anggota koperasi menerima pendapatan bulanan dan triwulanan tanpa potongan. Selain itu, lapangan kerja tersedia untuk warga lokal. Pengelolaan kebun plasma turut membuka banyak peluang kerja, mulai dari perawatan tanaman, pemupukan dan panen, pengawasan kebun dan administrasi,” jelasnya.
“Koperasi juga menyediakan fasilitas kerja seperti perumahan layak, air bersih, listrik, BPJS ketenagakerjaan dan BPJS kesehatan. Bagi pemilik ulayat, kebun plasma bukan sekadar lahan produksi, tetapi telah menjadi aset ekonomi jangka panjang, sumber pendapatan rutin, ruang kerja untuk pemuda setempat dan sarana pemerataan pembangunan kampung,” terangnya.
“Plasma ini milik masyarakat. Tugas kami memastikan mereka benar-benar merasakan manfaatnya, bukan hanya di laporan, tetapi dalam pendapatan yang mereka terima setiap bulan, sambungnya.
Ia menambahkan, plasma menjadi kodel kemitraan yang efektif antara perusahaan dengan masyarakat. Dengan produktivitas yang stabil, sertifikasi lengkap dan tata kelola yang transparan.
“Manfaat ekonomi yang mencapai hampir Rp160 miliar, kebun plasma PT BIA melalui Koperasi Mandob Sejahtera menjadi contoh nyata bagaimana skema 20% HGU dapat berjalan efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat adat di Papua Selatan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






