Idul Fitri, Umat Muslim di Merauke Diingatkan Jaga Konsistensi Ibadah yang Dipupuk Selama Ramadhan

REDAKSI22.COM, MERAUKE – Ribuan umat Muslim di Kota Merauke Papua Selatan melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H secara berjamaah dengan tertib, aman dan hikmat di Masjid Raya Al-Aqsha, Sabtu (21/03/2026).

Shalat Idul Fitri dipimpin oleh Imam Idul Fitri yakni Ustadz Akram Zabir (juara I MTQ Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2000) dan Khotib (Imam Pengkhotbah) Ustadz Andi Armayadi Algifari (Pimpinan Pondok Pesantren Assadiyah Mabbarakkah, Bulukumba Sulawesi Selatan.

Pantauan media ini, umat sudah mulai berdatangan sejak pukul 05.30 WIT untuk melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri yang dimulai tepat pukul 07.00 WIT. Kepadatan umat Muslim tak mampu ditampung oleh kapasitas masjid.

Umat Muslim melaksanakan Shalat Id di halaman Masjid Raya Al-Aqsha Merauke. (Foto: Hendrik)

Kepadatan umat dalam melaksanakan ibadah hari kemenangan itu, tumpah ruah hingga ke halaman depan dan samping Masjid Raya Al-Aqsha. Bahkan hingga ke jalan TMP Polder, Lingkaran Brawijaya dan Jalan Parako Merauke.

Dalam khotbahnya, Ustadz Andi Armayadi Algifari mengingatkan bahwa Idul Fitri adalah kemenangan dalam peperangan melawan hawa nafsu dan godaan duniawi serta dosa-dosa manusia. Kemenangan itu ditempuh melalui ibadah puasa yang dilaksanakan selama sebulan penuh di bulan suci Ramadhan.

“Hari ini kita menang dalam perang perbuatan setan yang terkutuk. Kita lulus ujian melalui puasa yang kita jalankan di bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan. Kita menang sekaligus kita bersedih, karena kita akan berpisah dengan Ramadhan, bulan yang kedatangan selalu kita rindukan.” ujar Ustadz Andi.

Idul Fitri, kata Ustadz Andi, selain menandai berakhirnya puasa di bulan Ramadan, juga mengajarkan umat Islam untuk kembali suci (fitrah). Setelah sebulan berpuasa dan zakat fitrah, umat diharapkan kembali suci dari dosa dan bersih hati.

“Hari ini adalah momen kemenangan atas hawa nafsu, peningkatan ketaatan, dan ajang silaturahmi untuk bermaaf-maafan. Kita kembali ke fitrah/suci, setelah sebulan berpuasa dan zakat fitrah, kita diharapkan suci dari dosa dan bersih hati,” pesannya dalam khotbah.

Ia mengajak umat Muslim di momen Idul Fitri untuk mempererat silaturahmi, bermaafan lahir batin, dan berbagi kebahagiaan. Selain itu, peningkatan ketaatan ke pada Allah SWT dan menjaga konsistensi ibadah yang telah dipupuk selama bulan suci Ramadan.

“Idul Fitri bukan sekadar perayaan duniawi, makan enak, baju bagus, melainkan momentum spiritual untuk meningkatkan ketaqwaan dan memperkuat tali persaudaraan. Mari kita bersihkan hati kita dari dosa dan kembali ke fitra, “ ajak Ustadz Andi. (*)

Penulis: Hendrik

Editor: Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *