Buka Takbir Akbar, Gubernur Papua Selatan Ajak Umat Muslim Pertahankan Nilai-Nilai Keutamaan Ramadhan

REDAKSI22.COM, MERAUKE – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo membuka dan melepas Gema Takbir Keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H bertempat di Masjid Raya Al-Aqsha Merauke, Jumat malam (20/03/2024).

Pawai Takbir Akbar Keliling diikuti sekitar 150 peserta kendaraan roda empat (4) yang berasal dari utusan masing-masing Pengurus Kesejahteraan Masjid (PKM) yang ada di Kota Merauke dan sekitarnya.

Hadir pada pelepasan Gema Takbir Akbar Keliling Bupati Merauke, Yoseph B. Gebze, Wabup, Fauzan Nihayah, Wakil Ketua DPRP Papua Selatan, H. Fadli Burhan, Ketua MUI Papua Selatan, H. Abdul A. Gebze, Ketua PHBI Papua Selatan, H. Ali Syabana, Ketua PWNU Papua Selatan, H. M. Arifin, Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, Dandim 170, Letkol Czi D. Eko Setiawan, Perwakilan Danlanud J. A Dimara, Perwakilan Dankodaeral XI, pejabat Forkopimda dan seluruh tamu undangan.

Dalam momen tersebut, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengajak umat Muslim untuk tetap mempertahankan nilai-nilai keutamaan Islam yakni kebajikan dilakukan selama bulan suci Ramadhan.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo memberikan sambutan sebelum melepas Pawai Takbir Akbar Keliling di area Masjid Raya Al-Aqsha Merauke Papua Selatan. (Foto: Hendrik)

“Selama bulan suci Ramadhan ada tiga hal yang dilakukan sebagai suatu nilai kebajikan umat Muslim yakni doa, puasa dan sedekah. Bulan suci Ramadhan adalah masa di mana kita melatih diri kita untuk berbuat kebajikan,” ujar Apolo Safanpo.

Nilai-nilai kebajikan itu, kata Safanpo, tidak sekedar untuk diketahui dan dipahami atau dimengerti, namun harus dilaksanakan dan diterapkan dalam kehidupan nyata sehari-hari dalam hubungan pribadi dengan lingkungan sosial.

“Kita melatih diri kita untuk mengamalkan kebajikan itu dalam kehidupan hingga menjadi bagian dari karakter dan kebiasaanhidup kita. Oleh karena itu selama sebulan penuh apa yang kita latih dari diri kita dapat diamalkan dalam kehidupan selanjutnya. Apa yang kita latih itu adalah doa, puasa dan sedekah,” imbuhnya.

“Doa itu tidak sekedar komunikasi kita dengan Tuhan dan juga tak sekedar laporan harian kepada Tuhan. Doa itu adalah pendidikan akal sehat, doa mengajarkan kita untuk menggunakan akal dan nurani kita. Dengan doa kita diiingatkan akan arah dan tujuan hidup, yakni Sang Khalik. Demikian pun dengan puasa dan sedekah.

“Puasa tidak sekedar bermati rasa/bermati raga, atau menghukum tubuh kita. Puasa mengajarkan kita untuk pengendalian diri, tidak semua yang kita inginkan, bisa kita lakukan. Sedangkan sedekah, yang merupakan bagian dari kejujuran tertinggi.”

“Sedekah adalah gerakan belas kasih yang muncul dari nurani dan tidak bisa kita palsukan. Apa yang kita latih selama sebulan harus kita terapkan dalam kehidupan kita selanjutnya. Oleh karena itu atas nama pemerintah saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H,” pungkasnya.

Penulis: Hendrik

Editor: Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *