REDAKSI22.COM, MERAUKE – Gubernur Papua Selatan i, Apolo Safanpo menyerahkan 64 unit perumahan rakyat layak huni tipe 45 bantuan pemerintah melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) Block Grand tahun 2025 kepada warga masyarakat Orang Asli Papua (OAP) di empat kabupaten (Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digoel).
Bantuan perumahan warga OAP itu diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Safanpo didampingi Kabid Perumahan Rakyat Dinas PUPR Provinsi Papua Selatan, Fransiskus Ciwe kepada masyarakat penerima di Gedung Negara Jalan Trikora Merauke, Jumat (13/03/2026).
Dalam arahannya, Gubernur Apolo Safanpo mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengalokasikan anggaran pembangunan rumah layak huni bagi orang asli Papua 4 kabupaten dalam cakupan wilayah Provinsi Papua Selatan berdasarkan Pergub dan Perda nomor 4 tahun 2025 dan APBD Provinsi Papua Selatan tahun 2025.
“Kita harapkan program pembangunan rumah layak huni ini akan kita lanjutkan dari tahun ke tahun bersama juga dengan perumahan yang dilakukan pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman,” kata Gubernur Safanpo.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi Papua Selatan, kami mengucapkan selamat kepada bapak/ibu yang beroleh kesempatan untuk menerima manfaat rumah layak huni pada hari ini. Mudah-mudah di tahun yang mendatang kita diberi kepercayaan pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) untuk terus menyediakan rumah layak huni bagi warga OAP yang lain,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan Rakyat Dinas PUPR Provinsi Papua Selatan, Fransiskus Ciwe dalam laporan menyebutkan pembangunan rumah layak huni bagi warga OAP adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung penyediaan hunian layak bagi warga.
“Pembangunan perumahan layak huni ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan bagi warga OAP dan mendukung program pembangunan di Provinsi Papua Selatan. Pembangunan rumah layak huni tipe 45 ini dilaksanakan di 4 kabupaten dan dibiayai oleh dana Otsus,” jelas Frans Ciwe.
Pekerjaan konstruksi, lanjutnya, dilaksanakan selama 105 hari sesuai kalender kerja yang dimulai sejak 9 September hingga 22 Desember 2025. Program tersebut telah dimulai sejak tahun 2023 yang dilakukan oleh Pemprov Papua Selatan sebanyak 64 unit atau 14 persen dari 940 proposal atau permohonan yang diusulkan masyarakat ke dinas PUPR kabupaten maupun masyarakat secara individu.
“Kabupaten Merauke total 20 unit (10 unit di tahun 2023, 5 unit 2024 dan 5 unit tahun 2025). Kabupaten Boven Digoel total 12 unit (8 unit tahun 2024 dan 5 unit tahun 2025). Kabupaten Mappi total 12 unit (8 unit tahun 2024 dan 4 unit tahun 2025). Kabupaten Asmat total 20 unit (15 unit di tahun 2024 dan 5 unit tahun 2025),” tandas Frans Ciwe merinci. (*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






