REDAKSI22.COM, TANAH MERAH – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Selatan, Paskalis Imadawa meminta umat Muslim di Kampung Sokanggo, Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel untuk mempertahankan nilai-nilai kebenaran dan kedamaian sejati sesuai ajaran agama.
Hal tersebut disampaikan Wagub Paskalis Imadawa saat memberikan sambutan pada Safari Ramadhan yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan di Masjid AS-Syahid Wet, Kampung Sokanggo, Tanah Merah, Boven Digoel ,Kamis (05/03/2026).
Nilai-nilai kebenaran dan kedamaian, menurut Wagub, perlu dipraktekkan pada realitas kehidupan sehari-hari yang berpegang teguh pada keutamaan ajaran suci Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Muslim.
“Hiduplah yang benar sesuai ajaran suci Al-Quran. Jangan mempraktikkan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Al-Quran yang dibawa oleh Nabi Besar Mohammad, SAW,” Wakil Gubernur.
Di bulan suci Ramadhan, Wagub mengharapkan umat Muslim di Kabupaten Boven Digoel untuk mendekatkan diri dan semakin bertaqwa kepada Allah, SWT melalui ibadah puasa yang dijalankan.
“Puasa merupakan sarana untuk mendekatkan diri dan bertaqwa kepada Allah, SWT, menjauhi apa yang dilarang dan melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya,” tegas Paskalis Imadawa.
“Ibadah puasa tak sekedar menahan lapar dan haus, tetapi bagaimana menahan nafsu dan keinginan daging serta godaan duniawi. Semua keinginan itu harus ditahan, bahkan bertutur kata pun harus berhati-hati, supaya menggambarkan kita benar-benar berpuasa,” lugasnya.
Selain itu, lanjutnya, puasa juga harus ditunjukkan melalui sikap berempati dan selalu berbagi kasih dengan sesama yang membutuhkan tanpa memandang adanya perbedaan. Agama Islam tak melihat suku dan agama dalam berbagi kasih.
“Saya harap umat Muslim di sini harus mempertahankan sikap toleransi sampai maut memisahkan jiwa dari raga, mari kita menjaga toleransi antar umat beragama,” ajak Wagub.
Dalam momentum Sadari Ramadhan itu, Wagub Imadawa juga menyinggung soal maraknya peredaran minuman keras alkohol yang dikonsumsi oleh generasi muda secara berlebihan yang berdampak memicu kejahatan dan merusak masa depan generasi muda.
“Kebanyakan mereka yang masuk penjara lantaran mengonsumsi minuman keras (miras). Umat Muslim harus berani menolak peredaran minuman keras beralkohol,” tandasnya.(*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






