REDAKSI22.COM, MERAUKE – Kampung Sukamaju, Distrik Malind Kabupaten Merauke Papua Selatan diprediksikan terancam gagal panen, lantaran kurang lebih 100 hektar lahan sawah tanaman padi diserang hama penyakit.
Hal itu sebagaimana laporan petugas hama yang melakukan monitoring di lapangan dan menyimpulkan beberapa tempat di Kabupaten Merauke terancam gagal panen di triwulan pertama tahun 2026. Salah satunya adalah Kampung Sukamaju.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (P2KP) Provinsi Papua Selatan, Paino ketika ditemui wartawan, Rabu (25/02/2026) menerangkan, berdasarkan laporan petugas hama yang ditugaskan di lapangan bahwa jenis padi yang terserang hama adalah varietas 49.
“Hal itu disebabkan tingkat keasaman yang cukup tinggi pada tanah yang ditanami padi. Air tergenang pada saat hujan besar tidak langsung kering dan pembakaran tidak ada, sehingga hama itu masih ada. Kami telah menugaskan petugas lapangan untuk melakukan penyemprotan agar tingkat keasaman makin berkurang dan zat-zat lain,” jelas Kadis Paino di Masjid Attaqwa Wonorejo, Kurik Merauke.
Kadis Paino merincikan jenis hama yang menyerang yang menyerang tanaman padi vart. 49 adalah hama wereng hijau, bercak coklat, hawar daun bakteri. Kerusakan tanaman padi yang terjadi adalah kerusakan tidak langsung akibat dari dampak perubahan iklim yang dapat menyebabkan gangguan fisiologis pada tanaman (tanaman tumbuh abnormal).
“Asem-asaman alias keracunan Fe karena tergenang air lebih dari satu minggu. Tanaman bergejala merah dan merana karena pembusukan bahan organik yang belum sempurna selama pengelolaan tanah (suhu di sekitar perakaran meningkat akibat pembusukan bahan organik),” urainya.
“Tanaman padi bergejala putih pada daun akibat keracunan Na± dan Cl. Kadar Na± meningkat karena salinitas tinggi khususnya tanaman yang berada di daerah dekat pantai. Gagal penyerbukan akibat angin/hujan sehingga bulir menjadi hampa,” sambungnya.
Paino berharap kasus serangan hama pada tanaman padi itu tidak tersebar di daerah-daerah lain di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, sehingga ancaman gagal panen bisa terhindarkan. Selain itu, luasan tanaman di Merauke cukup luas dan daerah-daerah lain tidak terpengaruh karena kondisi tanaman padi sehat.
“Ya, kurang lebih 100 hektar di kampung Sukamaju. Tanahnya pecah-pecah, satu kekurangan air, kedua, air tidak cepat kering. Idealnya, tanaman padi pada saat tanam air harus tersedia dan saat panen 15 hari sebelumnya, air harus dikeringkan,” ujar Paino.
“Nah, kondisi yang terjadi saat ini, airnya tergenang terus dan ada yang tidak ada airnya. Sebaiknya, lahan itu sehabis panen harus didiamkan dulu, sehingga unsur-unsur yang ada di tanah dan hama penyakit bisa mati. Kalau langsung ditanam, maka tingkat keasaman tinggi dan hama tidak sempat mati dan masih bertahan, karena sinar matahari tidak masuk ke celah-celah tanah,” terangnya.(*)
Penulis: Hendrik Resi
Editor: Hen






