Pastikan Puasa Berjalan Baik, Gubernur Papua Selatan Kunjungi Umat Muslim di Momen Safari Ramadhan

REDAKSI22.COM, MERAUKE – Pemerintah berkewajiban memastikan seluruh umat beragama dapat menjalankan kewajiban agamanya masing-masing dengan baik, terutama ibadah puasa umat Muslim di bulan suci Ramadhan 1447 H sehingga dapat memasuki hari kemenangan, Idulfitri 1447 H dengan penuh kebahagiaan.

Guna maksud itulah, Pemerintah Provinsi Papua Selatan menggelar Safari Ramadhan di sejumlah titik selama bulan puasa 2026, guna mengunjungi umat Muslim, berbuka puasa bersama dan memberikan motivasi dalam menjalankan ibadah puasa. Dimulai, Selasa, 23 Februari 2026, Pemprov mengadakan Safari Ramadhan di titik pertama di Kampung Sukamaju, Distrik Malind, Kabupaten Merauke tepatnya di Masjid Miftahul Huda.

Di masjid itu, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo membagikan 500 paket sembilan bahan pokok (sembako). Tak hanya itu, Gubernur Apolo juga menyerahkan bantuan berupa uang senilai Rp50 juta kepada Mesjid Miftahul Huda, Kampung Suka Maju, Distrik Malind, Kabupaten Merauke.

Bantuan sembako dan uang itu diserahkan di sela-sela Safari Ramadan sekaligus buka puasa bersama umat Muslim. Safari Ramadan dan buka puasa ini dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forkopimda.

“Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah, semoga amal dan ibadah kita berkenan di hadapan Allah Yang Maha Kuasa,” ucap Gubernur Safanpo pada sambutannya.

Gubernur Safanpo menekankan tiga (3) poin penting yang perlu dilakukan umat Muslim di bulan suci Ramadhan untuk dapat memulihkan dan memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta.

Pertama, kata Gubernur, memulihkan kerusakan internal tubuh yang rusak akibat ketamakan, kerasukan dan nafsu duniawi pribadi yang harus dipulihkan selama bulan suci. Kedua, memulihkan atau memperbaiki hubungan manusia dengan sesama, teman, rekan kerja, tetangga, handaitaulan dan relasi sosial. Ketiga, memulihkan hubungan dengan sang khalik, Tuhan semesta alam yang juga rusak akibat dosa-dosa.

“Ketiga hal yang diperbaiki itu, dipulihkan dengan tiga cara. Pertama, untuk memulihkan kerusakan internal tubuh dengan cara berpuasa, mati raga, mati rasa. Pasalnya, tubuh setiap manusia mengalami kelebihan beban sehingga harus diperbaiki sehingga kembali ke asalnya,” ujarnya.

“Kedua, memulihkan hubungan relasi sesama dengan cara bersedekah, mengeluarkan sebagian yang dimiliki untuk membantu mereka yang kurang mampu terutama kau dhuafa, fakir miskin dan orang-orang lain yang tidak mampu. Terutama yang tinggal di sekitar kita, tempat kerja, di lingkungan sosial kita,” kata Gubernur Safanpo.

Ketiga, sambungnya, memulihkan hubungan dengan sang khalik, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan cara berdoa. Dengan doa diingatkan bahwa di atas ada sang khalik, berserah diri, pasrah dan memohon ampun.

“Tiga hal itulah yang akan kita pulihkan dalam hubungan kita dengan kita dengan diri kita sendiri, hubungan dengan relasi sosial dan Tuhan pencipta alam semesta. Marilah kita menjalani bulan suci dengan memulihkan ketiga relasional kita, dengan diri, sesama dan Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan cara saling menghormati, menghargai antara satu sama lain,” ajaknya. (*)

Penulis: Hendrik

Editor: Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *