REDAKSI22.COM, MERAUKE – Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC menahbiskan tiga (3) Imam baru untuk tugas perutusan gembala dalam perayaan misa tahbisan di Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Kathedral Merauke, Sabtu (31/01/2025).
Ketiga imam baru dalam Gereja Katolik ini adalah Reverendus Pater (RP), Agustinus Nicolas Yokit, MSC, Reverendus Dominus (RD), Gregorius Helyanan dan Reverendus Pater (RP) Yohanes Ngaga Mbira Lando, MSC.
Dua dari ketiga imam baru masing-masing diutus ke manca negara untuk tugas pengembalaan umat Allah sebagaimana diumumkan langsung oleh Provinsial MSC Indonesia, Pastor Samuel Maranresy usai misa tahbisan.
Revendus Pater (RP) Agustinus Nicolas Yokit, MSC diutus ke Keuskupan Kuba dan RP Yohanes Ngaga Mbira Lando, MSC diutus ke Keuskupan Ekuador. Keduanya ditugaskan di benua Amerika.
Sedangkan satu dari ketiga imam baru yakni Reverendus Dominus (RD) Gregorius Helyanan sebagai imam diosesan Keuskupan Agung Merauke diutus ke Kevikepan Kepi oleh Uskup Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC.

Pantauan redaksi22.com, prosesi tahbisan imam Gereja Katolik itu berjalan hikmat dan sakral, diawali perarakan konselebrasi yang dipimpin Uskup Agung Merauke dari halaman keuskupan menuju Gereja Katedral Merauke, dengan 93 orang imam konselebran dan ketiga calon imam baru serta keluarga diiringi tarian adat Papua Selatan, Suku Mandobo Boven Digoel.
Hadir dalam misa tahbisan imam baru Gubernur Papua Selatan, Alolo Safanpo, Bupati Merauke, Yoseph Bladip Gede, Ketua MPRS, Damianus Jatayu serta ribuan tamu undangan dan umat Katolik Keuskupan Agung Merauke.
Selaku penahbis, Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC mengingatkan imam baru untuk menjaga hakikat perutusan sebagaimana diamanatkan oleh Sang Gembala Agung yakni Yesus Kristus untuk melayani dan menebarkan benih iman, persaudaraan dan kasih kepada umat Allah.
“Saya ingatkan kepada para imam untuk menjaga baik perutusan. Di mana saja kalian diutus, pergilah dan layanilah umat Katolik di tempat pengembalaan itu,” pesan Uskup Mandagi dalam sambutan usai perayaan misa tahbisan.
Uskup menekankan imamat tahbisan adalah urapan Roh Kudus melalui tangan uskup penahbis. Tuhan sendiri yang memilih, memanggil dan mengutus untuk melayani domba-domba yakni umat Allah dalam peziarahan menuju rumah Bapa di surga.
“Mari kita hormati para pastor atau imam Katolik. Mereka telah diurapi dengan Roh Kudus, dan dipilih, diutus untuk melayani umat. Martabat dan keluhuran imamat suci harus tetap kita jaga dalam karya perutusan. Kita hormati imam yang telah dikuduskan dengan urapan suci,” ajak Uskup.
Ia menegaskan, imam harus memiliki ketaatan kepada Uskup selaku pimpinannya di dalam gereja lokal, sebagaimana Uskup juga memiliki ketaatan kepada Paus selaku pimpinan gereja universal dalam hirarkie kepemimpinan Gereja Katolik.
“Apa yang menjadi kekuatan Gereja Katolik sehingga tidak bisa diruntuhkan? Kekuatan itu adalah ketaatan. Kita kuat karena ketaatan, kalau tidak kita sudah dihancurkan sejak dahulu. Ketaatan/loyalitas inilah menjadi sifat dari gereja yang kuat sekali, sehingga tidak terjadi perpecahan. Mari kita jaga kekudusan dari Keuskupan Agung Merauke,” tegasnya. (*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






