REDAKSI22.COM, MERAUKE – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bekerja sama dengan Satuan Reskrim Polres Merauke mengusut dugaan sumber api pemicu kebakaran SPBU di Jalan Noari Merauke, Sabtu 17 Januari 2026 lalu.
Untuk itu, Pertaminat terus melakukan pengecekan barang bukti di tempat kejadian perkara. Dugaan sementara awal, percikan api terjadi saat sebuah mobil mini bus melakukan pengisian Pertalite di salah satu pompa atau dispenser SPBU Mini 85.996.03 itu.
“Berdasarkan investigasi awal, percikan api diduga berasal dari kendaraan yang sedang mengisi Pertalite. Saat terjadi, petugas SPBU langsung melakukan upaya pemadaman dengan APAR dan APAB, lalu kemudian pemadaman dibantu oleh Pemadam Kebakaran Merauke dan Water Cannon dari Satuan Brimob,” terang Pjs. Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi dalam rilis yang diterima redaksi22.com, Senin (19/01/2026).
Bramantyo menyebutkan, saat api padam, ditemukan di dalam kendaraan yang diduga sumber percikan api beberapa jeriken yang telah meleleh. Temuan tersebut selanjutnya akan diperiksa lebih lanjut baik oleh Pertamina Patra Niaga maupun pihak berwajib yang terkait. Dalam proses investigasi ini, operasional SPBU Mini 85.996.03 sementara dihentikan sampai sarana dan fasilitas yang terdampak dinyatakan aman dan layak beroperasi kembali.
“Demi keamanan dan proses investigasi, operasional SPBU Mini dihentikan sementara. Masyarakat tidak perlu khawatir, terdapat 2 (dua) alternatif SPBU terdekat dari SPBU mini tersebut, yakni SPBU Reguler 84.996.01 dengan jarak 2 km dan SPBU Reguler 84.99602 dengan jarak 3,5 km, untuk stok di kedua SPBU Senin (19/1) ini kondisi baik, dan kami terus monitor agar mencukupi kebutuhan masyarakat,” tukas Bramantyo.
Ia mengimbau masyarakat Merauke yang membutuhkan informasi lebih lanjut agar dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (*)
Penulis: Hendrik
Editor: Hen






