Kisruh Antar Warga di Kota Malang, Seorang Mahasiswa NTT Tewas, Dua Kritis

MALANG – Seorang mahasiswa asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) atas nama Ako Koiki Nyuru (23) dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Islam (RSI), Malang, Jawa Timur akibat kekisruhan antar warga di Jalan Telaga Warna, RW 06, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Sabtu dini hari (27/12/2025).

Sementara dua lainnya yakni Dolfianus Katoda (22) dan Oktavianus Kaka (21), mengalami luka kritis dan mendapat perawatan intensif di RS UMM.

Informasi yang dihimpun media ini, dari kepolisian setempat telah mengungkapkan secara rinci kronologi tawuran antar warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berujung maut itu.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta menjelaskan bahwa insiden bermula dari kesalahpahaman yang dipicu teguran terhadap dua orang yang diduga berada dalam pengaruh minuman keras dan mengganggu pengguna jalan.

“Awalnya korban menegur dua orang yang menghalangi pengendara motor. Teguran tersebut tidak diterima, sehingga terjadi cekcok yang kemudian berkembang menjadi perkelahian,” ujar Kompol Anang, Sabtu (27/12).

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan kepolisian, kejadian bermula sekitar pukul 01.30 WIB. Dua pria datang dari arah selatan menuju pos ronda di Jalan Telaga Warna dalam kondisi diduga mabuk. Keduanya sempat menghalangi seorang pengendara sepeda motor yang hendak melintas.

Melihat situasi tersebut, korban berupaya menenangkan keadaan dengan memberikan nasihat. Namun, perselisihan justru berlanjut hingga ke area kos River Side, milik Bu Sri, yang berada di sekitar Balai RW 06 Tlogomas.

Tak lama kemudian, perkelahian meluas ke jalan raya. Puluhan orang dari kelompok yang sama berdatangan, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 50 orang, sebagian di antaranya membawa senjata tajam. Bentrokan pun tak terhindarkan.

Akibat kejadian tersebut, tiga sepeda motor dibakar dan tiga orang menjadi korban. Satu korban meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian dada kiri, sementara dua korban lainnya mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis. (*)

Penulis: Hendrik

Editor: Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *